Kongres Luar Biasa PSSI di Aula Krakatau, Hotel Mercure, Rabu (3/8/2016). Foto: Muhamad Andi Arief/KBR.



KBR, Jakarta - Deputi IV Bidang Olahraga Prestasi Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto menyebut Kemenpora mendukung keanggotaan Persebaya. Sebab Persebaya, merupakan bagian dari sejarah. Namun, pihaknya juga tak bisa memengaruhi keputusan PSSI.

"Tapi, untuk apa yang jadi perhatian, tadi malam Pak Menteri mendatangi mereka (Bonek Mania-red). Pak Menteri mengatakan strongly recommended, tapi tanpa maksud campur tangan. Kami nggak bisa memaksakan, karena nanti kami offset lagi. Tapi, poinnya menjadi pertimbangan pada saat kongresnya. Karena kongres election itu bukan hari ini," jelas Gatot sebelum menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Rabu (3/8/2016).

Semalam, Selasa (2/8/2016) ribuan pendukung Persebaya Surabaya, Bonek Mania, memenuhi stadion tugu menuntut hak Persebaya Surabaya sebagai anggota PSSI. Menpora Imam Nahrawi pun mengunjungi stadion tugu sebagai bentuk dukungan Persebaya Surabaya.

Gatot mengatakan, aksi Bonek Mania tadi malam diharapkan bisa jadi pertimbangan para Pemimpin Eksekutif (Exco) PSSI dalam kongres PSSI oktober mendatang.

Senada dengan Gatot, Ketua Asosiasi PSSI Provinsi (Asprov) DKI Jakarta, Gusti Randa juga menyebut, agenda pengesahan anggota berada di Kongres Tahunan PSSI, bukan pada KLB. Menurut Randa, tugas mengesahkan anggota ada di tangan para Exco PSSI.

"Exco akan rapat dan seterusnya, baru menentukan persoalan itu (pengesahan anggota). Karena, kalau di kongres ini tidak ada agenda itu. Apakah nanti malam Exco akan rapat nanti malam atau bagaimana? Karena kalau di statuta, agenda Kongres Luar Biasa tidak bisa diubah," tutur Randa.

Dari 107 peserta KLB PSSI, kini sudah ada 104 peserta yang hadir. KLB PSSI kali ini memiliki tiga agenda utama, yaitu penetapan pemilihan anggota Komite Eksekutif (satu Presiden dan dau ANggota Exco), penetapan tanggal pelaksanaan Kongres Tahunan Pemilihan PSSI, dan pengesahan Revisi Kode Pemilihan PSSI (electoral Code).



Editor: Quinawaty 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!