Ahsan/Hendra Beri Kado untuk HUT Ke-70 Indonesia

Gelar juara dunia kedua dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis (Total BWF World Championships).

Minggu, 16 Agus 2015 21:09 WIB

KBR - Pasangan ganda putra Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan memberikan kado bagi ulang tahun kemerdekaan ke-70 RI dengan mempersembahkan medali emas Kejuaraan Badminton Dunia. 

Pasangan Indonesia peringkat tiga dunia itu meraih gelar juara dunia setelah menumbangkan ganda putra asal Tiongkok peringkat sembila dunia, Liu Xiaolong dan Qiu Zihan dalam dua set langsung, 21-17 dan 21-14. Pertandingan hanya berlangsung 37 menit. Ini merupakan medali ketiga bagi Hendra dan medali kedua bagi Ahsan. 

Sebelumnya Hendra dan Ahsan menaklukkan ganda terbaik dunia asal Korea Selatan Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong juga dalam dua set langsung. Ini merupakan gelar juara dunia satu-satunya yang diraih Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis tahun ini, setelah empat wakil Indonesia di semifinal gagal merebut tiket final.  

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.