Sepakbola Terancam Dibekukan, PM Kroasia Bujuk UEFA

Permohonan Milanovic disampaikan dalam bentuk surat yang ditujukan langsung kepada presiden UEFA, Michel Platini.

Kamis, 09 Jul 2015 11:02 WIB

ilustrasi sepak bola/ANTARAFOTO.

KBR - Perdana Menteri Kroasia, Zoran Milanovic memohon kepada Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) agar tidak mendepak negaranya dari ajang Piala Eropa 2016. Permohonan Milanovic disampaikan dalam bentuk surat yang ditujukan langsung kepada presiden UEFA, Michel Platini.

Hal itu sengaja ia lakukan sebagai bentuk permohonan maaf atas kelalaian Kroasia saat menggelar laga kualifikasi Piala Eropa 2016 beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, saat Kroasia menjadi tuan rumah dan menahan imbang Italia 1-1, sempat muncul simbol swastika di lapangan.

Setelah itu, Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) harus menjalani penyelidikan dan akhirnya terancam sanksi pembekuan dari UEFA. Sejauh ini, penyelidikan kasus rasis itu sudah berjalan lancar dan berhasil menangkap beberapa pelaku yang identitasnya masih dirahasiakan. HNS sempat juga meminta maaf di depan umum dan mengklaim aksi tersebut adalah tindakan sabotase. (AFP) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan