PSSI

KBR, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi meminta pesepakbola klub bersabar jika harus mencari nafkah melalui pertandingan antar kampung. Kata Imam, lebih baik tata kelola keuangan PSSI dibenahi dulu sehingga pemain tidak lagi mengeluhkan soal keterlambatan pembayaran gaji. Apalagi ternyata para pemain dan klub tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Karena faktanya setelah ISL 2014 mereka mengeluh pada kita bahwa bayarannya belum selesai. Belum lagi kewajiban mereka pada negara, kewajiban klub, kewajiban perusahaan pada negara (pajak -red). Nah kita kan dituntut untuk melaksanakan UU atau aturan main yang terjadi di negeri ini. Kalau BOPI gak tegas kemarin, kita gak tahu mereka punya NPWP atau tidak. Sementara teman-teman yang bekerja dimanapun selalu harus punya NPWP. Bayangkan coba,” kata Imam di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (14/6/2015). “Belum lagi masalah tata kelola keuangannya. Semoga nanti FBI juga turun ke Indonesia,” ujar Imam.

Sebelumnya sejumlah pesepakbola Indonesia terpaksa berlaga di pertandingan antar kampung (tarkam). Misalnya penjaga gawang klub Perserang Pipik Suratno, para pemain klub PSM Makassar, Persija Jakarta. Ini lantaran pasca pembekuan PSSI, FIFA memberi sanksi PSSI tidak bisa mengadakan kompetisi bola. Selain itu pesepakbola Indonesia pun dilarang bermain di luar negeri. Dari pertandingan antar kampung itu para pemain dibayar sekitar 300 ribu hingga 600 ribu rupiah sekali tarkam.

Editor: Rony Sitanggang

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!