Pengamat Sepakbola Budiarto Sambazy (Kiri). Foto: Antara

Pengamat Sepakbola Budiarto Sambazy (Kiri). Foto: Antara

KBR, Jakarta- Pengamat Sepakbola Budiarto Sambazy menyebut fenomena pengaturan skor di dunia sepakbola sudah menggurita dan menjadi bisnis besar, baik bagi pemain, pelatih atau klub. 

Budiarto menyebut kasus itu juga pernah terjadi pada 1980an namun berhasil diungkap. Kata dia, pelaku saat itu berhasil dihukum penjara. Sementara klub yang terlibat dibekukan.

"Satu-satunya jalan adalah pengadilan. Itu awal 80an zaman Galatama. itu sampai pengaturan skor diungkap di pengadilan, melibatkan klub terkenal, Cahaya Kita, Kaslan Rosidi, dia jual pertandingan. Dia diadili kena hukuman penjara, klubnya dibubarkan dibekukan."

Sebelumnya, tim advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) melaporkan dugaan pengaturan skor ke Bareskrim Mabes Polri. Dalam laporannya, tim advokasi LBH menduga ada pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola di SEA Games 2015 Singapura.

Saat ke Bareskrim, tim advokasi LBH membawa BS yang berusaha mengungkap mafia sepak bola di Indonesia. BS sendiri merupakan bekas pemain sepak bola profesional di Indonesia. Ia juga mantan pelatih yang kini mengaku berprofesi sebagai wiraswasta. 

Keberadaan BS ditujukan untuk memberikan penjelasan ke hadapan penegak hukum. BS mengaku turut terlibat dalam pengaturan skor sepakbola sejak 2010-2015. 

Editor: Citra Dyah Prastuti

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!