Jokowi: Sanksi FIFA Jadi Momentum Evaluasi Sepak Bola Indonesia

Presiden justru meminta sanksi tersebut bisa menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki persepakbolaan di Indonesia.

Senin, 01 Jun 2015 19:20 WIB

Jokowi hadiri peringatan hari lahir Pancasila di Blitar. Foto: Adhar Muttaqin KBR

KBR, Blitar- Presiden Joko Widodo mengaku tidak terlalu mempersoalkan sanksi yang dijatuhkan federasi sepak bola dunia, FIFA, terhadap Indonesia. Presiden justru meminta sanksi tersebut bisa menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki persepakbolaan di Indonesia. 

Joko Widodo, saat mennghadiri Hari Lahir Pancasila di Kota Blitar, Jawa Timur mengatakan, evaluasi itu dinilai sangat tepat, karena saat ini prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional sangat buruk, yakni berada di peringkat 159. Sedangkan langkah teknis yang akan diambil terkait sanksi FIFA, pihaknya telah menyerahkan langsung kepada menteri pemuda dan olahraga.  

"Kalau langkah Indonesia terkait sanksi FIFA, tanyakan ke menpora, tapi sekali lagi ini menjadi momentum koreksi dan evaluasi kita bersama. Karena kita memang sadar bahwa ranking Indonesia di FIFA memang berada diurutan paling bawah, 159," kata Jokowi kepada awak media (1/6/2015). 

Presiden menambahkan, kedepan pemerintah akan merumuskan langkah strategis untuk memperbaiki prestasi sepak bola Indonesia, sehingga bisa bersaing di tingkat internasional.

Sebelumnya, federasi sepak bola dunia, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia akibat koonflik antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. FIFA menilai pemerintah telah mengintervensi PSSI. Akibat sanksi ini, hampir dipastikan sepak bola Indonesia bakal absen dalam kompetisi berskala internasional. Selain itu, Indonesia juga terancam batal menjadi tuan rumah Piala AFF U-19.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Gugat Pemprov DKI soal Keterbukaan Informasi Reklamasi

  • Pengamat: Ada Barter Antara Perppu dengan Tambahan Fasilitas DPR
  • Polisi Temukan Selebaran ISIS Bernada Ancaman
  • LN: 2 Negara Capai Kesepakatan Baru soal Sengketa Laut Cina Selatan

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR