Bahas Sanksi PSSI, Kemenpora Bakal Terus Komunikasi Dengan AFC dan FIFA

Sembari menunggu FIFA menyelesaikan masalah internal hingga akhir tahun nanti, menurut Imam, Kemenpora bakal fokus melakukan pembinaan sepak bola usia dini di tanah air.

Rabu, 24 Jun 2015 08:08 WIB

Menpora Imam Nahrawi. Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi memastikan komunikasi dengan federasi sepakbola dunia FIFA, juga AFC mengenai sanksi PSSI terus dilakukan. Politisi PKB ini berharap FIFA meninjau ulang sanksi yang dijatuhkan kepada Indonesia. Sembari menunggu FIFA menyelesaikan masalah internal hingga akhir tahun nanti, menurut Imam, Kemenpora bakal fokus melakukan pembinaan sepak bola usia dini di tanah air.

"Ke depan kita ingin konsentrasi penuh bagaimana turnamen kompetisi ini bisa segera berjalan, dan kita akan fokus pada penyiapan sepak bola dini. Kita akan menjadikan pembinaan usia dini sebagai suatu yang pokok dan wajib, dengan landasan etik dan moralitas, dan tentu ke depan kita harus punya integritas, baik dalam organisasi PSSI, maupun sepak bola kita," ujar Imam, Selasa, 23 Juni 2015.

Kemarin, Menpora Imam Nahrawi membahas sanksi FIFA dan kelanjutan kompetisi di tanah air bersama Djohar Arifin dan Tim Transisi . Usai pertemuan, Djohar yang merupakan Ketua PSSI periode 2011-2015 berjanji akan membantu menyelesaikan masalah sepakbola tanah air, hingga kompetisi berjalan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.