Nike Siap Kerjasama Bongkar Suap di FIFA

Suap itu mencapai 150 juta Dollar atau sekitar Rp197 miliar selama 24 tahun.

Kamis, 28 Mei 2015 10:15 WIB

FIFA

KBR - Sponsor Piala Dunia, Nike, menyatakan siap bekerjasama dengan pihak berwenang dalam menyelidiki dugaan penyuapan dan korupsi yang dilakukan pejabat senior FIFA. Sebelumnya, Jaksa AS mengeluarkan surat dakwaan penyuapan terhadap sembilan pejabat dari Badan Sepakbola Dunia FIFA. Suap itu mencapai 150 juta Dollar atau sekitar Rp197 miliar selama 24 tahun. Dalam dakwaan itu juga disebutkan, pada tahun 1966, sebuah perusahaan olahraga global, setuju membayar 160 juta Dollar atau sekira Rp2,1 triliun selama 10 tahun hanya untuk menjadi alas kaki, pakaian, aksesoris, dan pemasok peralatan eksklusif tim Brasil.

Tudingan perusahaan olahraga global itu pun mengarah ke Nike, yang selama ini menjadi sponsor timnas Brasil. Jaksa Agung AS pun diminta agar berani menyelidiki dugaan suap tersebut meskipun hal itu melibatkan perusahaan besar. Hanya saja, hal itu dijawab Jaksa Agung AS dengan menolak berkomentar ketika ditanya apakah salah satu perusahaan itu Nike.

Sementara itu, perusahaan pakaian olahraga seperti Adidas dan perusahaan minuman Coca Cola meminta FIFA meningkatkan keterbukaannya dan segera menuntaskan semua kontroversi yang terjadi di dalamnya.(CNA) 


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.