Kepolisian Australia Selidiki Pemberian Uang ke FIFA

Kepolisian Australia kemungkinan menyelidiki pemberian uang sebesar Rp 6,6 Miliar yang dilakukan Federasi Sepakbola Australia kepada bekas wakil presiden FIFA Jack Warner.

Jumat, 29 Mei 2015 08:15 WIB

Orang-orang kuat FIFA itu diringkus di kemewahan Bauer au Lac. ANTARA FOTO

KBR - Kepolisian Australia kemungkinan menyelidiki pemberian uang sebesar Rp 6,6 Miliar yang dilakukan Federasi Sepakbola Australia kepada bekas wakil presiden FIFA Jack Warner. Warner sebelumnya ditangkap terkait kasus korupsi FIFA. Badan Sepakbola Nasional Australia mengklaim pemberian uang itu dilakukan sebagai bagian dari penawaran FIFA atas pemilihan Tuan Rumah Piala Dunia 2022.

Bekas anggota tim senior Australia, Bonita Mersiades mengatakan, anggota parlemen telah menulis surat permintaan ke Kepolisian Federal Australia agar menyelidiki kasus tersebut.

Sebelumnya, FIFA telah berulang kali membantah tudingan itu. Namun penyelidikan yang dilakukan CONCACAF pada 2013 menyebut, pemberian uang itu disalahgunakan oleh Jack Warner. Warner sendiri mengundurkan diri dari dunia sepakbola pada 2011 di tengah tudingan korupsi. (CNA)

 

Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemerintah Kaji Rencana Impor Garam Industri untuk 2018

  • Terancam Pelebaran Jalan, Makam Ragasemangsang Diusulkan Jadi Cagar Budaya
  • Ozil Segera Perpanjang Kontrak?
  • Paus Resmikan Pernikahan Pasangan di Atas Pesawat

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.