Regulasi Bermasalah, Persiba Balikpapan Khawatir Kompetisi Liga 1 Tidak Diakui FIFA

PSSI memutuskan untuk tetap memberlakukan aturan baru berupa pergantian lima pemain dalam satu pertandingan di kompetisi Liga 1, meski belum mendapat persetujuan dari FIFA.

Selasa, 11 Apr 2017 23:15 WIB

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)


KBR, Balikpapan – Pelatih klub sepakbola Persiba Balikpapan, Timo Scheunemann menyayangkan sikap induk sepakbola Indonesia PSSI yang ngotot untuk menerapkan aturan pergantian lima pemain bagi setiap klub dalam satu pertandingan musim ini.

Aturan itu bakal diterapkan PSSI selama kompetisi Liga 1 yang akan mulai bergulir 15 April mendatang.

Timo mengatakan seharusnya PSSI mengikuti aturan FIFA mengenai pergantian pemain, yakni setiap klub hanya boleh melakukan pergantian tiga pemain dalam satu pertandingan.

Jika tetap ngotot dengan aturan yang menyimpang itu, kata Timo, kemungkinan kompetisi Liga 1 tidak akan diakui FIFA karena tak sesuai aturan internasional.

"Kalau lima pergantian dalam satu pertandingan itu menyalahi FIFA," kata Timo Scheunemann, Selasa (11/4/2017).

Timo Scheunemann mengatakan jika ingin melakukan pembinaan pemain usia muda, tidak sepatutnya PSSI melanggar aturan FIFA selaku induk organisasi dunia. Timo sejak awal mengusulkan, pergantian tetap tiga pemain, namun klub hanya memainkan dua pemain U-23 dalam setiap pertandingan.

"Solusinya, menurut saya, dua pemain muda yang harus main dari awal. Mereka kan boleh diganti boleh tidak. Kalau misalnya mereka diganti pasti tinggal satu pergantian. Kalau ada yang cedera, selesaikan masalah," kata Timo.

Sejauh ini PSSI memutuskan untuk tetap memberlakukan aturan baru berupa pergantian lima pemain dalam satu pertandingan di kompetisi Liga 1, meski belum mendapat persetujuan dari FIFA. Dalam regulasi itu, setiap klub juga wajib memainkan tiga pemain U23 dalam setiap pertandingan.

Regulasi itu akan mulai diberlakukan PSSI pada pembukaan Liga 1 pada 15 April mendatang, dimana Persib Bandung akan bertemu Arema FC di stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR untuk Tentukan Perppu Ormas

  • Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Sikapi Penolakan Gatot
  • Presiden Belum Izinkan Gatot ke AS
  • Penghargaan FIFA, Tahunnya Real Madrid