Kompetisi Tak Jelas, PSIR Rembang Rugi Ratusan Juta

PSIR Rembang terancam merugi rata-rata Rp 100 juta per bulan, apabila jadwal kompetisi divisi utama tidak menentu

Rabu, 29 Apr 2015 10:57 WIB

Pemain PSIR Rembang, M. Happy (orange), saat laga uji coba. (foto: Musyafa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rembang – PSIR Rembang terancam merugi rata-rata Rp 100 juta per bulan, apabila jadwal kompetisi divisi utama tidak menentu. Perkiraan itu dihitung berdasarkan pengeluaran gaji pemain, uang makan, operasional latihan dan beberapa kebutuhan lain yang sifatnya insidentil.

Direktur Tekhnik PSIR, Djamil mengaku pihaknya berencana menggelar rapat manajemen, menyikapi perkembangan sepak bola saat ini. Tapi yang jelas, sampai Selasa (28/4/2015), para pemain masih tetap melakukan latihan ringan, demi menjaga kebugaran.

“Membengkak anggaran kita, kurang lebih Rp 100 juta per bulan. Nah sekarang kalau biasanya mau main, latihan berat berat, kini porsi ringan ringan saja. Manajemen hari-hari ini akan segera menggelar rapat, “ ungkapnya kepada KBR, hari Rabu (29/4/2015).

Sekjen Gabungan Suporter Rembang (Ganster), Ahmad Fadhlun mengaku heran kompetisi divisi utama ikut menjadi korban. Padahal pangkal persoalannya berada di kompetisi Indonesian Super League, sekarang berubah nama menjadi QNB league. Menurut Fadhlun, seharusnya divisi utama tetap berjalan.

“Jangan sampai dihentikan, divisi utama kan tidak ikut ikutan kisruh antara PSSI dan Kemenpora. Kalaupun ada, kan tidak mengefek untuk divisi utama,” jelasnya.

Ahmad Fadhlun menambahkan sebenarnya kalangan suporter sudah tidak sabar memberikan dukungan bagi Laskar Dampo Awang. Contohnya ketika menjelang laga tandang ke Purwodadi, 26 April lalu, puluhan suporter siap berangkat. Begitu pertandingan batal, mereka terpaksa pulang, dengan memendam  kekecewaan.

Editor: Antonius Eko 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemerintah Kaji Rencana Impor Garam Industri untuk 2018

  • Terancam Pelebaran Jalan, Makam Ragasemangsang Diusulkan Jadi Cagar Budaya
  • Ozil Segera Perpanjang Kontrak?
  • Paus Resmikan Pernikahan Pasangan di Atas Pesawat

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.