Gara-gara Kaos, Guardiola Terancam Sanksi UEFA

Pep Guardiola terancam sanksi UEFA karena memakai kaos yang mendukung pengungkapan kasus kematian mencurigakan seorang wartawan Argentina.

Kamis, 23 Apr 2015 08:17 WIB

Pelatih Bayern Munich Pep Guardiola (foto: Antara)

Pep Guardiola terancam sanksi UEFA karena memakai kaos yang mendukung pengungkapan kasus kematian mencurigakan seorang wartawan Argentina. 

Jorge ‘Topo’ Lopez terbunuh di Sao Paolo pada Juli lalu setelah taksi yang dia tumpangi ditabrak oleh mobil curian. Dia tengah bertugas meliput laga semi final Piala Dunia antara Argentina melawan Belanda di Arena Corinthians.

Kematiannya dikenang oleh banyak kalangan di sepak bola, seperti pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone dan pelatih timnas Argentina saat itu Alejandro Sabella.

Di saat kampanye untuk menyeret pelakunya makin meluas, UEFA memutuskan bakal menjatuhkan sanksi pada Guardiola atas ulahnya itu menjelang laga Liga Champions melawan Porto. 

Pelatih Bayern itu hadir dalam konferensi pers sebelum laga dengan menggunakan kaos hitam dengan tulisan #JusticiaParaTopo (keadilan untuk Topo). UEFA menerapkan aturan ketat bahwa semua pernyataan yang tak ada hubungannya dengan sepak bola tak boleh dibawa ke lapangan. 

Kasus ini akan dibahas oleh komite disiplin, etik dan pengawasan UEFA pada 21 Mei mendatang. (goal) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.