Gaji Dipangkas, Pelatih dan Pemain ISL Hanya Bisa Pasrah

Pelatih Persiba Balikpapan Eddy Simon Badawi mengatakan, pemangkasan gaji dan renegosiasi kontrak pasti akan dilakukan seluruh managemen klub peserta kompetisi ISL jika kompetisi ditunda.

Sabtu, 18 Apr 2015 15:14 WIB

isl

Ilustrasi: Antara

KBR, Balikpapan – Pelatih dan pemain klub hanya bisa pasrah jika akhirnya manajemen klub memangkas gaji ataupun melakukan renegoisasi kontrak karena kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 yang makin tak jelas kapan akan digelar kembali, setelah dihentikan 12 April lalu.

Pelatih Persiba Balikpapan Eddy Simon Badawi mengatakan, pemangkasan gaji dan renegosiasi kontrak pasti akan dilakukan seluruh managemen klub peserta kompetisi ISL, jika kompetisi ditunda dua hingga tiga bulan ke depan. Karena jika tidak, klub akan mengalami kerugian.

Hanya Eddy Simon mengingatkan, manajemen klub sebelum memangkas gaji  atau pun melakukan renegosiasi kontrak harus terlebih dulu dilakukan pembicaraan sehingga ada kesepakatan antara pelatih, pemain dan pelatih. Karena mereka juga memahami kesulitan manajemen klub.

“Kita juga tahu kondisi (sulit klub) karena bukan hanya Persiba, mungkin hampir semua tim yang mengatakan begitu karena waktunya juga (belum jelas Kapan ISL digelar) kita memahami hal itu. Sebagai orang yang profesional kita silahkan, tapi itu kan juga harus ada kesepakatan ya kan,” kata Eddy Simon Badawi, Sabtu (18/4/2015).

Eddy Simon meminta agar PSSI, PT Liga Indonesia, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Kemenpora akan duduk bersama menyelesaikan konflik mereka, sehingga kompetisi ISL ada kejelasan dan bisa digelar kembali.

Kata dia, jika kompetisi ISL tak ada kejelasan maka yang paling terkena dampaknya adalah pelatih dan pemain. Sebab selama ini ekonomi keluarga 100 persen bergantung dari sepakbola. Jika tak ada kompetisi, maka merekja tidak main.

Sebelumnya manajemen klub-klub peserta ISL sudah menyatakan akan memangkas gaji ataupun melakukan renegosiasi kontrak pelatih maupun pemain jika kompetisi ISL ditunda dua hingga tiga bulan ke depan.

Editor: Anto Sidharta 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.