Dokter Bayern Munich Mengundurkan Diri

Dokter tim Bayern Munich Hans-Wilhelm Muller-Wohlfahrt mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa tak dipercaya lagi oleh klub.

Jumat, 17 Apr 2015 10:00 WIB

Dokter tim Bayern Munich Hans-Wilhelm Muller-Wohlfahrt mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa tak dipercaya lagi oleh klub. 

Juara Bundesliga itu dipusingkan oleh masalah cedera pemain dalam beberapa pekan terakhir dan sudah kehilangan Arjen Robben, Franck Ribery, David Alaba, Javi Martinez dan Mehdi Benatia saat kalah 3-1 dari Porto di ajang Liga Champions. 

Holger Badstuber dan Bastian Schweinsteiger juga dipastikan absen untuk jangka waktu lama. 

Muller-Wohlfahrt resmi mengundurkan diri setelah dituding bertanggung jawab atas kekalahan di Portugal. Muller-Wohlfahrt menilai tudingan itu telah merusak hubungannya dengan klub. 

Direktur media Bayern Markus Horwick menyatakan, keputusan ini sangat mengejutkan klub. Muller-Wohlfahrt pernah meninggalkan klub pada musim 2008-09 setelah beda pendapat dengan pelatih saat itu Jurgen Klinsmann. Namun dia kembali bergabung setelah Klinsmann tak lagi menjadi pelatih. (goal) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Arsul Sani: KPK Jangan Bernafsu Tangani Korupsi Swasta

  • BPBD Lebak: Gempa Hantam 9 Kecamatan
  • Jerat Hari Budiawan, Warga Tumpang Pitu Protes Putusan Hakim
  • Gunakan GBK, Persija Naikan Tiket Pertandingan Piala AFC

Padahal para pekerja di kedua jenis industri ini kerap dituntut bekerja melebihi jam kerja dan juga kreativitas yang tak terbatas.