Delapan Pendukung Corinthians Tewas Ditembak

Ini menjadi insiden pembunuhan keempat di Sao Paulo dalam beberapa pekan terakhir, tapi menjadi yang pertama yang ada kaitannya dengan sepak bola

Senin, 20 Apr 2015 07:11 WIB

ilustrasi

Delapan pendukung Corintihians tewas setelah terjadinya serangan bersenjata di markas mereka pada Sabtu (18/4/2015) waktu setempat. 

Ini menjadi insiden pembunuhan keempat di Sao Paulo dalam beberapa pekan terakhir, tapi menjadi yang pertama yang ada kaitannya dengan sepak bola. Semua korban ditembak di markas pendukung Corinthians Pavilhao Nove.

Polisi mengatakan, para saksi melihat dua pria bersenjata menyerbu masuk sebelum tengah malam dan memaksa semua orang yang ada di markas untuk tiarap. Mereka menembak tujuh pendukung sepak bola di kepala. Sementara korban kedelapan sempat melarikan diri setelah ditembak. Namun dia meninggal di rumah sakit. 

Polisi menyelidiki kejadian ini sebagai kasus pembunuhan. Aparat keamanan menampik adanya hubungan antara insiden ini dengan laga derbi Corinthians dan Palmeiras pada Minggu (20/4/2015). Mereka menduga serangan ini akan kaitannya dengan penyelundupan narkoba. 

Namun, otoritas sepak bola Brasil menolak untuk menunda pertandingan di kompetisi yang diikuti 20 tim di Sao Paulo. Pendukung Corinthians Pavilhao Nove didirikan pada 1990. (goal) 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.