Kemenpora: Mei Putusan Nasib PSSI

"Kita menunggu arah presiden baik dari kajiannya Menpora maupun proposalnya Pak Agum. "

Jumat, 26 Feb 2016 16:27 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga membantah Kongres FIFA 26 Februari besok bakal membahas tentang sanksi kepada Indonesia. Juru bicara Kemenpora Gatot Dewobroto mengatakan, agenda FIFA yang membahas PSSI bakal digelar 5 Mei mendatang.

Karenanya, kata dia, dipastikan putusan tentang status PSSI tidak akan diambil dalam waktu dekat. Menurutnya, saat ini Presiden Joko Widodo masih mempelajari hasil kajian Kemenpora dan juga proposal dari Tim Adhoc tentang perbaikan PSSI.

"Kemungkinan itu tanggal 5 di Meksiko. Besok itu tanggal 26 dan seterusnya itu hanya membahas tentang election untuk mengganti Blater dll. Paling dekat  itu kemungkinan, seandainya ada pembahasan untuk pencabutan sanksi di tanggal 5 Mei. (Negara-negara mana?) Indonesia dan Kuwait, yang disanksi kan Indonesia dan Kuwait," kata Juru bicara Kemenpora Gatot Dewobroto di kompleks Istana, Jumat (26/2).

Gatot Dewobroto menambahkan, Presiden Jokowi bakal mengumumkan arahannya setelah mempelajari kajian dari Kemenpora dan Tim Adhoc. Dua kajian ini telah dilaporkan Menpora Imam Nahrowi dan Ketua Tim Adhoc Agum Gumelar kepada Presiden beberapa hari yang lalu di Istana Presiden. Kata dia, pada kedua kajian tersebut terdapat skema tentang Kongres Luar Biasa (KLB). Namun, kajian dari kedua lembaga memiliki sudut pandang yang berbeda.

"Kita menunggu arah presiden baik dari kajiannya Menpora maupun proposalnya Pak Agum. Di kajian Menpora dan Pak Agum ada KLB, tapi angle dan sudut pandangnya berbeda," kata Gatot.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.