Tim Gegana Sisir Sejumlah Gereja di Banyuwangi

Ada sejumlah gereja dengan jumlah jemaat yang cukup banyak, sehingga perlu antisipasi ekstra.

Minggu, 24 Des 2017 19:03 WIB

Ilustrasi: Pengamanan gereja jelang Natal. (Foto: ANTARA)

KBR, Banyuwangi - Tim Gegana Brimob Kepolisian Daerah Jawa Timur menyisir sejumlah gereja di Banyuwangi. Gereja-geraja itu umumnya yang menjadi pusat perayaan Natal.

Kepala Kepolisian Banyuwangi Doni Aditiawarman mengatakan, biasanya gereja tersebut memiliki jumlah jemaat yang cukup banyak, sehingga perlu antisipasi ekstra. Kata dia, penyisiran itu dilakukan guna mencegah aksi terorisme dan menjamin rasa aman warga yang merayakan Natal.

Setiap sudut gereja menurutnya diperiksa menggunakan alat pendeteksi. Target utama penyisiran tersebut memang untuk menemukan benda-benda mencurigakan. Terutama, bahan peledak.

"Yang melaksanakan adalah pihak Brimob dari Gegana, dibantu dengan Shabara kami, anjing pelacak memastikan bahwa gereja ini aman dari bahan peledak maupun steril dari bahan berbahaya lainya. Seperti ini, gereja besar kami tempatkan personil lebih banyak satu pleton, untuk gereja yang jemaatnya lebih kecil tentunya kami sesuaikan," kata Doni Aditiawarman di Banyuwangi, Minggu (24/12).

Baca juga:

Kepala Kepolisian Banyuwangi Doni Aditiawarman menambahkan, Brimob Polda Jatim juga menyiagakan alat penjinak bom. Sehingga dengan mudah bisa dioperasikan jika sewaktu-waktu ada ancaman teror. Sejumlah personil telah siaga di setiap gereja untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan ibadah Natal.

Selain alat penjinak bom, anjing pelacak K-9 juga waspada di setiap gereja. Anjing K-9 digunakan untuk memeriksa setiap barang bawaan pengunjung gereja untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan yang dibawa saat misa Natal.



Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".