Presiden: Hati-hati Gadaikan Sertifikat Tanah

Ada 53.428 lembar sertifikat yang diserahkan kepada warga dari 14 kabupaten kota di Kalimantan Barat. Ini merupakan penyerahan sertifikat ke-51 yang dilakukan langsung Presiden Joko Widodo.

Kamis, 28 Des 2017 15:40 WIB

Presiden Joko Widodo ketika menyerahkan sertifikat tanah kepada warga di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (28/12/2017). (Foto: KBR/Edho Sinaga)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Pontianak - Presiden Joko Widodo menyerahkan ribuan sertifikat tanah kepada warga Kalimantan Barat di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, 28 Desember 2017.

Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis kepada tujuh orang warga. Kepada masyarakat yang sudah menerima sertifikat tanah, Presiden Joko Widodo mengingatkan untuk menjaga dokumen berharga itu dan tidak tergoda menggunakannya untuk keperluan konsumtif.

"Yang sudah pegang sertifikat, tolong dijaga sertifikatnya. Dimasukan ke dalam plastik. Kedua, difotokopi agar mengurusnya mudah jika aslinya hilang. Ketiga, saya ingatkan, kalau dapat sertifikat mau diagunkan ke bank? Saya ingatkan, hati-hati. Jangan digunakan untuk beli mobil---lalu enam bulan kemudian mobil ditarik dealer, dan sertifikat juga ditahan bank. Makanya uang dari gadai itu untuk modal kerja dan modal usaha saja. Agar uangnya bisa berputar dan mensejahterakan," kata Presiden Joko Widodo di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (28/12/2017).

Ada 53.428 lembar sertifikat yang diserahkan kepada warga dari 14 kabupaten kota di Kalimantan Barat. Ini merupakan penyerahan sertifikat ke-51 yang dilakukan langsung Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke daerah. 

Secara total Presiden Joko Widodo menyerahkan 1.082.950 sertifikat secara simbolis ke masyarakat di tujuh provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. 

Dalam dua tahun terakhir, pemerintahan Presiden Joko Widodo melakukan program sertifikasi tanah dengan klaim untuk mengantisipasi keberadaan mafia tanah dan menekan konflik lahan.

Dalam kunjungannya ke Pontianak tersebut, Presiden juga melakukan telewicara dengan masyarakat dan pemerintah daerah dari tujuh provinsi itu. 

Selain menyerahkan sertifikat tanah, kunjungan Joko Widodo ke Pontianak juga untuk membuka Perayaan Natal Nasional 2017 yang akan digelar di Rumah Radakng. Rumah Radakng merupakan rumah adat Suku Dayak Kanayat dan merupakan rumah adat terbesar di Indonesia. Rumah adat ini juga kerap disebut Rumah Panjang dengan bangunan sepanjang 138 meter dan tinggi tujuh meter.

Acara Perayaan Natal Nasional di Pontianak akan dihadiri sekitar 15 ribu orang dan dijaga sekitar empat ribu aparat gabungan Polri dan TNI.

Baca juga:


Kapal Angkatan Laut KAL Lemukutan II-12-15 dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XII Pontianak Kalimantan Barat. (Foto: KBR/Edho Sinaga) 

Pengamanan ketat

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan berada di Pontianak dari Kamis hingga Jumat, 28-29 Desember 2017. Ini merupakan kunjungan Jokowi yang ketujuh kalinya ke Pontianak. 

Kunjungan Presiden Joko Widodo dan rombongannya itu mendapat pengamanan ketat dari TNI. 

Komandan Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XII Pontianak Thomas Riyanto menerjunkan Kapal Angkatan Laut (KAL) Lemukutan II-12-15, kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Kapal Motor Cepat dan kapal Patkamla SEA Rider II-12-30. 

"KAL Lemukutan II-12-15 ini adalah kapal yang bertugas melaksanakan operasi keamanan laut terbatas dan memperkuat pengamanan di sekitar perairan Kalbar, di bawah jajaran wilayah kerja Lantamal XII Pontianak," kata Juru bicara Lantamal XII Pontianak, Mayor Laut (E) Irawan.

Dalam pengamanan, KAL Lemukutan dengan 15 orang awak itu mendapat bantuan dari KRI Todak-631 dari Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkat Koarmabar).

"Kami memberikan dukungan pengamanan saat kedatangan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Kota Pontianak, Kalimantan Barat ini," kata Irawan.

Sementara itu TNI Angkatan Darat dan Polri menerjunkan sekitar 4000 personel gabungan.

"Personel pengamanan dari TNI dan Polri itu disebar di beberapa titik yang akan dilewati dan dikunjungi Presiden. Selain itu kendaraan tempur taktis milik TNI dan Polri turut diterjunkan untuk melakukan pengamanan ini," kata Kepala Penerangan Kodam XII Tanjungpura, Kolonel Inf Tri Rana Subekti. 

Baca juga:

 Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.