Separuh Lebih Rusak, Jalan Nasional Jateng-Yogyakarta Bakal Direkonstruksi

"Rekonstruksi itu perbaikan lapisan bawah, bukan hanya aspal saja. Tetapi direkonstruksi itu artinya pondasinya dirubah, diperbarui."

Selasa, 20 Des 2016 15:00 WIB

Perbaikan bahu jalan dan pelebaran di Wangon, Kabupaten Banyumas. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Banyumas- Jalan nasional sepanjang 136 kilometer antara Wangon Kabupaten Banyumas hingga Perbatasan Yogyakarta di Purworejo bakal direkonstruksi. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga wilayah Wangon-Purworejo, Djoko Satriyo mengatakan penanganan menyeluruh dengan jalan rekonstruksi diperlukan untuk mengembalikan lagi jalur ke kondisi layak dan nyaman dikendarai.

Pasalnya, kata dia, saat ini konstruksi jalan sudah berusia tua dan sudah melewati masa kritis sehingga sudah tidak layak lagi digunakan. Hal itu menyebabkan jalan cepat rusak dan mudah berlubang. Kata Djoko, rekonstruksi akan dilakukan mulai 2017 dan diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka empat tahun, atau pada 2021. Rekonstruksi akan dilakukan pada bahu jalan, berupa penggantian pondasi jalan sekaligus memperkuat bahu jalan. Pelebaran juga akan dilakukan pada jalur utama di jalur selatan itu.

 "Memang jalan yang ada di ruas antara Wangon, Banyumas hingga Perbatasan Yogyakarta itu harus direkonstruksi. Jawabannya ada di tahun 2017, kita ada planning untuk rekonstruksi 136 kilometer itu. Rekonstruksi itu perbaikan lapisan bawah, bukan hanya aspal saja. Tetapi direkonstruksi itu artinya pondasinya dirubah, diperbarui. Karena usianya sudah tua, antara 25 hingga 30 tahun belum pernah direkonstruksi. Sehingga harus direkonstruksi," jelas Djoko Satriyo, Selasa (20/12/2016).

Lebih lanjut Djoko Satrio mengemukakan, saat ini sepanjang 80 kilometer jalan nasional di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen dan Purworejo rusak. Hal ini dipicu oleh curah hujan tinggi sepanjang setahun terakhir dan konstruksi jalan yang sudah berusia tua. Dia merinci jalan yang rawan lubang di Banyumas, yakni ruas jalan Purwokerto-Ajibarang dan ruas Buntu-Sampang, Cilacap. Kemudian ruas simpang tiga Jeruklegi, Cilacap, ruas Banyumas bagian tengah-Kebumen, ruas Kebumen-Purworejo dan perbatasan Purworejo.

Penanganan sementara, pihaknya menerjunkan delapan tim berserta alat berat yang terbagi di beberapa titik. Sejak beberapa waktu terakhir tim dikerahkan melakukan penambalan jalan yang berlubang. Dia mengakui untuk saat ini belum mampu menambal seluruh jalan yang berlubang. Namun ia berkomitmen untuk semaksimal mungkin menambal lubang yang membahayakan. Penambalan akan dilakukan secara bertahap. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.