Seluruh Kecamatan di Banyuwangi Rawan Demam Berdarah

Meski tahun ini angka penderita menurun, namun jumlahnya masih cukup tinggi. Waluyo menambahkan tahun ini demam berdarah ditemukan di 25 kecamatan dari total 27 kecamatan di Banyuwangi.

Rabu, 15 Nov 2017 11:21 WIB

Ilustrasi. Seorang petugas kesehatan memperlihatkan stiker waspda Demam Berdarah Dengue yang berisi ajakan membasmi nyamuk Aedes aegypti. (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyuwangi - Kasus demam berdarah masih terus ditemukan di berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Bahkan, Dinas Kesehatan Banyuwangi menyatakan seluruh kecamatan di kabupaten itu masuk daerah rawan atau endemis demam berdarah.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Banyuwangi Ahmad Waluyo mengatakan sejak Januari hingga Oktober 2017 jumlah penderita demam berdarah di Banyuwangi mencapai sekitar 1000-an kasus, dengan korban jiwa sembilan orang meninggal.

Angka itu cenderung menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2016 lalu yang mencapai 1.300 kasus dengan 11 orang meninggal. Sedangkan pada 2015, jumlah penderita DB mencapai 900-an kasus dan sembilan orang meninggal. 

Waluyo mengatakan meski tahun ini angka penderita menurun, namun jumlahnya masih cukup tinggi. Waluyo menambahkan tahun ini demam berdarah ditemukan di 25 kecamatan dari total 27 kecamatan di Banyuwangi.

"Makanya kami mengimbau agar terus-menerus kita mengerahkan seluruh potensi dan bekerja sama saling bersinergi. Mulai tahun 2016, 2017 ini kan gerakan menangani demam berdarah tidak terlalu berlanjut, mengikuti musim. Makanya kini kita tekankan agar kembali gerak bersama," kata Ahmad Waluyo hari ini Rabu (15/11/2017) di Banyuwangi.

Baca juga:

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Banyuwangi Ahmad Waluyo menambahkan, Dinas Kesehatan saat ini terus melakukan upaya penanganan, dengan mengajak seluruh masyarakat memberantas sarang nyamuk dan melakukan pengasapan atau foging).

Kader juru pemantau jentik nyamuk atau (Jumantik) di setiap Puskesmas juga terus digerakan untuk memantau jentik nyamuk di setiap lingkungan dan rumah warga. 

Waluyo berharap masyarakat bisa terus melakan pola hidup bersih. Sebab saat ini sudah memasuki musim penghujan. Di musim seperti ini pertumbuhan dan penyebaran nyamuk demam berdarah cukup tinggi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur