Sebagian Warga Situbondo Masih Buang Air Besar Sembarangan

BAB sembarangan dilakukan warga lanjut usia yang tinggal di pemukiman dekat sungai.

Minggu, 05 Nov 2017 16:15 WIB

Ilustrasi BAB sembarangan. Foto: Antara

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Situbondo- Sebagian warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur masih melakukan buang air besar (BAB) dengan sembarangan. Terutama warga lanjut usia yang tinggal di pemukiman dekat sungai atau anak sungai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Abubakar Abdi mengatakan, sulit mengubah kebiasaan warga tersebut. Karena itu, Dinas Kesehatan Situbondo saat ini membuat gerakan stop BAB sembarangan.

“Yang di Situbondo ODF berak sembarangan yang paling banyak di Situbondo ini. Berak di tegal, berak di  sungai, itu kalau tidak disebar luaskan nantinya akan dianggap biasa,” kata Abubakar Abdi , Minggu (5/11/2017).

Abubakar Abdi menjelaskan lembaganya juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk membangun jamban di berbagai desa di Situbondo. Ia optimistis program Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso akan berhasil.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Siapkan Dua Opsi soal Polemik PJ Gubernur Polri

  • Bekas Pimpinan KPK: Kasus Novel Tak Tuntas Bisa Jadi Catatan Buruk Jokowi untuk 2019
  • Longsor Terjang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, 4 Tewas 6 Luka Parah
  • Sanksi Baru Amerika Untuk Korut

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.