Erupsi Terus Terjadi, Warga Diminta Jauhi Zona Merah Gunung Sinabung

"Dengan status Awas ini masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi dari kami, yaitu radius tiga kilometer harus steril," kata Armen kepada KBR, Rabu (15/11/2017) sore.

Rabu, 15 Nov 2017 18:48 WIB

Peta lokasi Gunung Sinabung. (Foto: Google Maps)

KBR, Karo - Aktivitas Gunung api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara tak kunjung reda, sehingga Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung mengingatkan warga agar terus menjauh dari zona merah dari kawah.

Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung Armen Putra menegaskan saat ini Gunung api Sinabung masih berada di level IV atau dalam status awas. 

"Dengan status Awas ini masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi dari kami, yaitu radius tiga kilometer harus steril," kata Armen kepada KBR, Rabu (15/11/2017) sore. 

Armen menjelaskan wilayah yang harus dihindari masyarakat adalah sektor selatan-tenggara di radius tujuh kilometer. Sedangkan sektor tenggara-timur zona merah berada di radius enam kilometer, dan sektor timur-utara zona steril di radius empat kilometer. 

Baca juga:


Foto udara Gunung Sinabung yang masih aktif terlihat dari pesawat komersil saat melintas di Karo, Sumatera Utara, Selasa (14/11/2017). Gunung Api Sinabung dengan tinggi 2460 mdpl yang berada di wilayah Kabupaten Karo, Sumatera Utara tersebut hingga saat ini masih aktif dan berstatus Awas Level IV. (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi) 

Pos Pemantau Gunung Sinabung mencatat pada Rabu, 15 November 2017, Gunung Sinabung mengalami erupsi sebanyak tiga kali. Namun, erupsi dari Gunung Sinabung kali ini tidak disertai guguran lava maupun luncuran awan panas. 

"Erupsi terjadi dari pukul 00.00 WIB dinihari hingga pukul 06.00 WIB. Lalu dua kali erupsi tapi tidak teramati. Kemudian tadi erupsi lagi pukul 11.42 WIB, dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter," jelas Armen. 

Saat ini kondisi dari puncak Gunung Sinabung sedikit tertutup kabut, dan arah angin dominan ke selatan-barat daya. 

Gunung Sinabung semula merupakan gunung api strato tipe B atau tipe gunung api dimana tidak tercatat sejarah letusannya sejak tahun 1600-an. Namun Gunung Sinabung kemudian masuk klasifikasi tipe A, setelah untuk pertama kali meletus setelah lebih dari 400 tahun tidak ada aktivitasnya. 

Letusan pertama terjadi pada 27 Agustus 2010 dikategorikan tipe letusan freatik yang diikuti jatuhan abu vulkanik yang menyebar ke timur-tenggara Gunung Sinabung dan menutupi Desa Sukameriah, Gungpitu, Sigarang-garang, Sukadebi, dan Susuk. Erupsi Sinabung pada tahun 2010, hanya berlangsung dari Agustus hingga September. 

Pada tahun 2013, Gunung Sinabung kembali erupsi dan terus menunjukan aktivitas vulkaniknya hingga sekarang.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Pemerintah Godok Opsi Format Pencantuman Agama Kepercayaan Di KTP

  • PLN Siap Jalani Putusan MK Soal Aturan Nikah Teman Sekantor
  • Polisi Banyuwangi Perketat Keamanan Objek Vital
  • Statistik Opta: Rooney Masih Garang Cetak Peluang Menjadi Gol

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi