Anggarkan Rp68 Miliar, Sandiaga: Selama Ini PAUD DKI Kurang Diperhatikan

Sandiaga mengatakan anggaran tersebut antara lain untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru PAUD serta pembangunan infrastruktur.

Jumat, 24 Nov 2017 15:47 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/11/2017). (Foto: ANTARA/Reno Esnir)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim anggaran Rp68 miliar di tahun 2018 untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jakarta merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi DKI pada pendidikan tingkat anak usia dini.

Sandiaga mengatakan anggaran tersebut antara lain untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru PAUD serta pembangunan infrastruktur.

"Kami ingin mendorong kualitas gurunya. Kalau infrastruktur terbentur masalah IMB, kita coba cari penetrasi. Mereka merasa gaji guru PAUD ini cuma 'sajuta', sabar jujur dan tawakkal. Kami ingin mereka terperhatikan dari segi pelatihannya, kesiapannya. Kita harus pastikan bahwa PAUD ini menjadi sarana pemersatu warga di Jakarta," kata Sandiaga di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (24/11/2017).

Menurut Sandiaga, PAUD di Jakarta selama ini sudah menjalankan fungsinya. Namun para pengajar relatif tidak mendapat perhatian. Padahal, kata Sandiaga, PAUD merupakan jenjang pendidikan yang penting bagi pendidikan.

Baca juga:

Selain itu, kata Sandi, keputusan pemerintah Provinsi DKI menganggarkan Rp68 miliar untuk anggaran PAUD juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam memerhatikan pendidikan anak usia dini.

"Kan Ibu Iriana Jokowi adalah Bunda PAUD se-Indonesia. Kita ingin mendukung program itu," kata Sandiaga.

Namun dia tidak bisa menjelaskan lebih detail mengenai alokasi dana Rp68 miliar untuk PAUD itu.

"Detailnya bisa ditanyakan ke Dinas Pendidikan," kata dia.

Belakangan ini, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta tahun 2018 mendapat perhatian publik. Sebagian masyarakat menilai ada pembengkakan anggaran dibanding APBD tahun sebelumnya. Sandiaga memastikan, anggaran untuk PAUD memang diperlukan dan bukan salah satu anggaran yang bengkak.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya telah mengukuhkan Fery Farhati Ganis Baswedan sebagai Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta. 

Sebelumnya, Bunda PAUD DKI Jakarta dijabat Iriana, istri Gubernur Jakarta Joko Widodo. Kemudian dilanjutkan istri Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Veronika Tan. Jabatan Bunda PAUD tetap dipegang Veronika Tan, meski kemudian Djarot Saiful Hidayat menggantikan posisi Ahok selama beberapa bulan.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Divonis 15 Tahun Penjara, Setnov: Saya Shock Sekali

  • Status Setya Novanto di DPR akan Dibahas setelah Masa Reses
  • Namanya Masih Disebut di Survei Cawapres, JK: Saya Ingin Istirahat
  • Puluhan Warga Lhokseumawe Terjaring Razia Busana

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.