Penderita HIV/AIDS di Balikpapan Meningkat Tiap Tahun

Tindakan pencegahan terus dilakukan dinas kesehatan setempat.

Rabu, 30 Nov 2016 19:20 WIB

Ilustrasi (www.kpap.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Balikpapan– Jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Balikpapan terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan dalam 5 tahun terakhir hingga Oktober 2016 jumlah ODHA mencapai 1.302 kasus. Tahun ini jumlah ODHA bertambah 173 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina mengatakan, tahun ini dari temuan ODHA terbaru ada 5 orang yang masih berusia dibawah 4 tahun, 2 orang berusia dibawah 15 tahun dan 3 orang berusia antara 15-19 tahun. Menurutnya, rata-rata gelombang penyebaran HIV/Aids di Kota Balikpapan terbanyak dari penyalahgunaan obat atau narkoba, kemudian homo seksual, PSK, gigolo, pelanggan PSK, suami atau istri dan anak-anak.

"Langkah antisipasi melakukan penyuluhan ke lapangan ke anak sekolah. Kita melakukan promotif, preventif yang lebih baik, lebih bagus tentang HIV/Aids ini," kata Balerina, Rabu (30/11)

Balerina mengklaim pihaknya terus giat melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Sehingga kini masyarakat sudah mulai sadar dan mau memeriksakan diri ke rumah sakit mau pun puskesmas. Karenanya selalus ada temuan baru ODHA.

Data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan tahun 2015 jumlah ODHA bertambah tahun 2015 sebanyak 22 kasus dan tahun 2014, ada 158 kasus.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.