Muncul Spanduk 'Ngapain ke Jakarta 2 Desember'

Pemasangan spanduk itu terkait rencana aksi besar-besaran pada Jumat, 2 Desember mendatang, menuntut penangkapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Selasa, 22 Nov 2016 11:15 WIB

Spanduk imbauan tidak datang ke Jakarta terkait aksi 2 Desember 2016. (Foto: Yudha Satriawan/KBR)

KBR, Solo - Sejumlah spanduk menolak aksi di Jakarta 2 Desember mendatang terpasang di pusat-pusat keramaian di Kota Solo, Jawa Tengah.

Pemasangan spanduk itu terkait rencana aksi besar-besaran pada Jumat, 2 Desember mendatang, menuntut penangkapan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Salah satu spanduk terpasang di Jalur Solo-Surabaya, tepatnya di Jalan kolonel Sutarto Solo. Spanduk itu bertuliskan "Ahok Sudah Tersangka, Untuk Apa ke Jakarta". Dibawah tulisan tertanda Laskar Cinta Damai.

KBR mencoba mencari organisasi atau perseorangan pemasang spanduk, namun hingga kini belum diketahui.

Baca juga:


Spanduk serupa juga terpasang di pusat kota Solo dengan beragam tulisan, namun dengan isi sama.

Berbagai spanduk ini cukup menarik perhatian masyarakat di Solo. Spanduk terpasang di persimpangan jalan yang ada lampu lalu lintas.

Aksi mendesak status hukum Ahok terjadi sejak 4 Nopember silam. Aksi yang semula damai menjadi kerusuhan usai petang. Beberapa hari kemudian Polri menetapkan ahok sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.

Meski sudah berstatus tersangka, aksi menuntut  ahok dihukum terus terjadi di sejumlah daerah. Aksi akan kembali digelar 2 Desember mendatang di Jakarta.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

KPK Tolak Permohonan Justice Collaborator Bekas Pejabat Bakamla Nofel Hasan

  • MUI Temui Kabareskrim Terkait Penyerangan Pemuka Agama
  • Proyek Rusun DP Nol Rupiah Diadukan ke KPPU
  • Pemkab Karo Cari Upaya Potensi Gagal Panen Akibat Erupsi Gunung Sinabung

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.