Harga Cabai Mulai Turun Tinggalkan Rp80 Ribu per Kg

Turunnya harga cabai merah di beberapa pasar tradisional menjadi Rp60 ribu per kilogram karena adanya pasokan cabai dari daerah Kerinci Jambi dan Padang Sumatra Barat.

Rabu, 02 Nov 2016 11:10 WIB

Pedagang cabai di pasar tradisional di Kabupaten Mukomuko Bengkulu. (Foto: Evi Tarmizi/KBR)


KBR, Bengkulu - Harga komoditi cabai merah di sejumlah pasar tradisional di kabupaten Mukomuko Bengkulu mulai beranjak turun di kisaran Rp60 ribu perkilogram. 


Sebelumnya harga cabai mencapai harga hingga Rp80 ribu per kilogram dalam beberapa minggu lalu.

Salah seorang pedagang tradisional di Kabupaten Mukomuko, Ria mengatakan turunnya harga cabai merah di beberapa pasar tradisional menjadi Rp60 ribu per kilogram karena adanya pasokan cabai dari daerah Kerinci Jambi dan Padang Sumatra Barat.

Baca: Menteri Pertanian: BUMN Diperintahkan Serap Cabai Petani

Masuknya pasokan cabai merah dari luar provinsi Bengkulu mampu sedikit menurunkan harga cabe yang beberapa minggu lalu sempat  mencapai harga Rp80 ribu per kilogram khususnya di Kabupaten Mukomuko.

"Sekarang Rp60 ribu per kilogram harga cabai, kalau bawang Rp30 ribu per kilogram, tomat Rp10 ribu per kilogram, ikan teri Rp60 ribu perkilogram. Kemarin cabai harganya mencapai Rp80 ribu perkilogram karena masuknya sedikit, sekarang mulai agak stabil," kata Ria kepada KBR, di Mukomuko, Rabu (2/11/2016).

Ria menambahkan tingginya harga cabai di kabupaten Mukomuko sebelumnya disebabkan kurangnya pasokan cabai lokal dari Curup Rejang Lebong akibat curah hujan tinggi. Hal itu menyebabkan pasokan cabai bergantung pada pasokan dari luar provinsi Bengkulu. Sedangkan untuk harga komoditi lain relatif cukup stabil.

Baca: Naiknya Harga Cabai Ikut Naikkan Inflasi September

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"