Gas Elpiji 3 Kg di Banyuwangi Langka

"Jadi alur ini tetap cuma gasnya banyak yang hilang entah ke mana.. "

Senin, 07 Nov 2016 15:33 WIB

Ilustrasi (Foto: Adhima/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Banyuwangi- Paguyuban pangkalan gas elpiji 3 kilogram Banyuwangi, Jawa Timur, mengeluhkan berkurangnya pasokan gas elpiji 3 kilogram di daerahnya. Akibatnya terjadi kelangkaan gas elpji bersubsidi tersebut.

Ketua paguyuban, Muhammad Haris mengatakan, pasokan gas "melon" yang biasanya 100 tabung per hari, kini hanya dipasok 60 hinga 70 tabung per hari. Berkurangnya pasokan gas elpiji  ini terjadi sejak sepekan terakhir. Haris menduga, hal ini terjadi pendistribusian yang tidak tepat sasaran.

"Laporan dari teman-teman pangkalan gas elpiji 3 kilogram, sementara ini stok gasnya dikurangi, jadi pengiriman untuk dari agen ke pangkalan dikurangi. Kenapa dari pangkalan sendiri konfirmasi itu memang dari PT Pertamina tidak ada pengurangan sementara gasnya tidak ada. Jadi alur ini tetap cuma gasnya banyak yang hilang entah ke mana,  makanya ini teman-teman disamping dia mendistribusikan gas itu dia akan mencari tahu," kata  Muhammad Haris kepada KBR hari ini Senin (7/11/2016) di Banyuwangi.

Dia menduga elpiji ini banyak digunakan untuk sektor industri rumahan, rumah makan dan restoran. Padahal sesuai peraturan, gas 3 kilogram itu hanya diperuntukan untuk kalangan rumah tangga. Haris, meminta kepada pemkab Banyuwangi untuk mengawasi pendistribusian, terutama dari agen.

Sementara itu, akibat langkanya gas elpiji 3 Kg ini, harganya di tingkat pengcer naik. Menurut salah satu warga Kelurhan Mojopanggung Banyuwangi Nina, harga gas elpiji 3 kg, saat ini mencapai Rp 18.500 per tabung. Padahal sebelumnya hanya Rp 17.000  per tabung.

Nina berharap harga gas elpiji 3 kilogram  bisa diturunkan sehingga tidak memberatkan masyarakat terutama kalangan ibu rumah tangga.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kepolisian Siapkan 4 Ribu Personel Amankan Kunjungan Obama di Jakarta dan Bogor

  • Peningkatan Kendaraan Arus Balik Lebaran Terjadi di Tol Cileunyi
  • Penghapusan Sistem Kuota, Importir: Lihat Dulu Apa Komoditasnya
  • Militer Filipina Temukan 17 Jenazah yang Dimutilasi di Marawi

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?