Gas 'Melon' Kurang, Hiswana Migas Cirebon Gelar Operasi Pasar

Hiswana bantah telah terjadi kelangkaan.

Jumat, 04 Nov 2016 18:23 WIB

Kekurangan pasokan gas 3 Kg, Hiswana Migas Cirebon gelar operasi pasar, Jumat (4/11) (Foto: Frans Mokalu/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Cirebon– Sejak tiga bulan lalu di Wilayah III Cirebon kekurangan pasokan gas Elpiji 3 kg. Koordinator Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas)DPC Cirebon, Gunawan menampik jika kekurangan gas elpiji ini disebut kelangkaan, karena hingga saat ini gas elpiji masih tersedia. Namun kata dia,  kelangkaan terjadi lantaran permintaan lebih banyak dari ketersediaan maka terjadi kekurangan di tingkat masyarakat.

"Itu bukan kelangkaan. Karena terjadinya permintaan tidak seimbang dengan penawaran yang biasa terjadi dalam mekanisme pasar," katanya.

Gelar Operasi Pasar
Terkait kosongnya pasokan itu, Hiswana Migas Cirebon menggelar operasi pasar (OP). Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Cirebon Fauzi Hasan mengatakan Op dilakukan di 5 wilayah Cirebon. "Kami menggelar operasi pasar, di Kota Cirebon terdapat 8 titik, Kabupaten Cirebon 29 titik, Indramayu 28 titik, dan Kuningan 18 titik," ujarnya.

Fauzi mengatakan, operasi pasar di Wilayah III Cirebon itu digelar serentak pada hari yang sama dan pendistribusiannya pun dengan jumlah yang sama. Ujarnya, gas melon itu dijual dengan harga Rp 15.000/tabung dengan syarat tertentu.

"Operasi pasar diadakan secara bersamaan yaitu hari ini (Jumat, 4/10/2016). Satu titik kita mengirimkan sebanyak 560 tabung gas. Masyarakat harus menunjukkan KTP dan maskimal per orang hanya dapat membeli dua tabung," terangnya.

Distribusi gas 3 Kg di wilayah III Cirebon sendiri, mencapai 4,5 juta tabung per bulan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.