Amonia Bocor di Lhokseumawe, Polisi Periksa 3 Karyawan Pupuk

"Nanti kalau sudah ada kesimpulan baru bisa diputuskan ini ada pidananya atau gak berhubung sedang penyelidikan."

Rabu, 16 Nov 2016 18:28 WIB

Warga korban amonia bocor di Lhokseumawe. (Foto: KBR/Erwin J.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Lhokseumawe– Kepolisian Lhokseumawe memeriksa tiga karyawan PT Pupuk Iskandar Muda terkait bocornya gas amonia. Dua operator dan satu kepala bagian operasional mesin pengolahan pupuk menjalani pemeriksaan polisi dengan status sebagai saksi tekait dugaan   pencemaran lingkungan.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lhokseumawe, Yasir menegaskan,  dugaan pencemaran udara PIM harus diusut sampai tuntas.

”Sampai tadi baru tiga orang yang Kita ambil keterangan sebagai saksi dululah. Kita lihat dulu penyebab pidananya dikarenakan belum diputuskan. Jadi, nanti kalau sudah ada kesimpulan baru bisa diputuskan ini ada pidananya atau gak berhubung sedang penyelidikan. Dan, ini baru tahap lidik,” kata Yasir kepada KBR, Rabu (16/11).  

Sebelumnya puluhan warga Desa Tambon Baroh dan Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara,  tumbang akibat dampak semburan gas amoniak PT PIM. Korban gas beracun kimia tersebut dirawat di Rumah Sakit Arun LNG. Kasus ini juga mendapat sorotan dari aktivis lingkungan LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh dan Kementrian Lingkungan Hidup.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.