Aksi 4 November, Ormas Solo Berangkat Besok

"Bagi kami, aksi itu jihadul karimah, hanya dengan lisan, doa, aksi damai, bukan dengan senjata atau hal lain yang akan merugikan kami sendiri."

Selasa, 01 Nov 2016 22:21 WIB

Ilustrasi: Massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan longmars menuju Bareskrim dan Balai kota di Jakarta, Jumat (14/10). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Solo- Berbagai organisasi kemasyarakatan keagamaan  di Solo besok mulai berangkat ke Jakarta untuk  bergabung dalam aksi demo  Jumat (4/11). Juru bicara laskar umat Islam di Solo, Endro Sudarsono, mengatakan ada ratusan peserta yang akan berangkat menuju Jakarta mulai besok.

Endro yang juga pengajar di ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo menegaskan peserta yang berangkat dilarang membawa senjata dan bertindak anarkis.

“Terkait aksi 4 November 2016, Dewan Syariah kota Solo bersama elemen Islam di Solo akan berangkat dengan 5 bus, per bus sekitar 50 penumpang. Rencana berangkat tanggal 3 besok langsung menuju ke Masjid Istiqlal dengan membawa petisi pernyataan yang akan dibawa ke Jakarta. Antara lain mendukung sikap MUI terkait dengan statement penistaan agama oleh Ahok dan meminta Kapolri tegas memproses secara hukum Gubernur DKI tersebut." Ujar Juru bicara laskar umat Islam di Solo, Endro Sudarsono, Selasa (01/11)

Endro melanjutkan, "elemen yang ada, dari Jamaah Ansharu Syariah, FKM, Laskar Umat Islam Surakarta, ponpes Al Mukmin Ngruki, Laskar Hizbullah, ya sekitar 7-8 organisasi. Bagi kami, aksi itu jihadul karimah, hanya dengan lisan, doa, aksi damai, bukan dengan senjata atau hal lain yang akan merugikan kami sendiri. Semoga tidak terjadi kerusuhan baik yang dilakukan aparat maupun peserta demo. Ada sejumlah elemen ormas lain yang akan berangkat besok dari sejumlah masjid di Solo. Itu diluar koordinasi kami. Kalau total ya lebih banyak lagi, berbagai ponpes di Solo dan sekitarnya, termasuk dari Polokarto Sukoharjo.”


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Bertemu Delegasi Solomon, Wiranto Bantah Ada Konflik di Papua

  • Sengketa Tanah Luwuk, Warga Protes Penutupan Area Sengketa
  • Pemerintah Janji Perpres 20 Tak Akan Bikin Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Asing
  • Polri Siapkan Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2018

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.