Tewaskan Brimob, Pelaku Penembakan di Timika Berjumlah 15 Orang

Kapolda Papua, Boy Rafli Amar menduga anggotanya tewas tertembus peluru panas dari senjata api jenis steyr

Senin, 23 Okt 2017 18:55 WIB

Briptu Berry Pramana Putra, anggota Brimob tewas akibat serangan kelompok bersenjata di Tembaga Pura, Papua pada Minggu (23/10). (Foto: Mabes Polri)(

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jayapura- Kepolisian Papua menduga kelompok pelaku penembakan anggota Brimob Berry Pramana Putra berjumlah 15 orang. Kelompok kriminal bersenjata yang diduga pimpinan Sabinus Waker ini juga menyimpan sejumlah senjata rampasan dari aparat keamanan dua tahun lalu.

Kapolda Papua, Boy Rafli Amar menduga anggotanya   tewas tertembus peluru panas dari senjata api jenis steyr yang juga dimiliki oleh kelompok ini. Senjata tersebut menurut Boy, merupakan hasil rampasan dari anggota polisi yang dilakukan pada 2015 beserta ratusan amunisi lainnya.


(TPN OPM dari Kodap III, di bawah pimpinan Jack Millian Kemong mengklaim sebagai pelaku penyerangan di Tembaga Pura, Minggu (22/10))

"Kalau yang kita duga, mereka menggunakan senjata steyr. (Hasil rampasan dari aparat?) Iya. Mereka masih gunakan itu dan itu sudah terdeteksi juga titik keberadaan dari hasil proses olah TKP, dari proses mempelajari sisi proyektil dan selongsong yang kita temukan di TKP," kata Boy Rafli Amar, Senin (23/10).

Berry Pramana Putra dan tiga anggota Brimob lainnya menjadi korban penembakan kelompok bersenjat, saat melakukan pengejaran di sekitar  Jembatan Utikini, Tembagapura.  Pengejaran anggota Brimob kepada kelompok Sabinus Waker dilakukan karena telah dua hari berturut-turut di areal PT Freeport Indonesia terjadi baku tembak antara kelompok bersenjata dengan kepolisian setempat.

Jenasah Berry direncanakan akan tiba esok pagi di Bengkulu, kampung halamannya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.