Sekolah Miring, Siswa SD 016 Ubol Sulok Pindah Lokasi Belajar

Siswa khawatir bangunan sekolah yang miring karena diterjang longsor 2 tahun lalu akan ambruk.

Kamis, 20 Okt 2016 10:21 WIB

Bangunan SD 006 Ubol Sulok. Foto: Adhima/KBR

KBR, Nunukan– Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) 006 Ubol Sulok, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara terpaksa belajar di balai pertemuan desa. Mereka khawatir bangunan sekolah yang miring karena diterjang longsor 2 tahun lalu akan ambruk.


Anggota DPRD Komisi II, Ramli mengaku prihatin terhadap kondisi ini karena sudah berlangsung 2 tahun terakhir dan tidak ada perhatian dari dinas terkait.

“Bangunannya kayu, sampai sudah miring itu rusak parah sudah. Kan di sana lantainya itu kayu papan, ya melintang melintang karena memang terkena longsor,” ujar Ramli Kamis (20/10/2016).

Ramli berharap pemerintah daerah memberikan prioritas pembangunan kembali SD 006 Ubol Sulok. Sebab sekolah tersebut menampung siswa dari 4 desa di wilayah perbatasan. Di antaranya Desa Ubol Sulok, Desa Ubol Alung, Desa Batung dan Desa Nansapan.

Baca juga:


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.