Pemkab Bondowoso Siapkan Ratusan Miliar untuk Perbaiki Irigasi

"Kalau biasanya dalam setahun sawah hanya ditanami padi satu kali, sekarang bisa dua kali, karena saluran irigasinya baik"

Kamis, 06 Okt 2016 13:36 WIB

Ilustrasi: Pembangunan irigasi dengan dana desa. (Sumber: Kemenkeu)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bondowoso– Dinas Pengairan Bondowoso, Jawa Timur, menyiapkan anggaran  besar untuk pembenahan dan optimalisasi saluran irigasi. Kepala Dinas Pengairan, Karna Siswandi mengungkapkan anggaran yang disiapkan sekitar Rp198 milyar.

“Anggarannya bersumber dari APBD, bantuan Provinsi Jawa Timur, hingga dari Pemerintah Pusat kurang lebih Rp198 milyar. Anggaran itu untuk merehabilitasi 960 titik irigasi di seluruh Bondowoso,” papar Karna Siswandi kepada KBR, Kamis (6/10/2016).

Dikatakan Karna, besarnya anggaran untuk optimalisasi saluran irigasi bertujuan untuk meningkatkan produktifitas setiap lahan di Bondowoso. Ini juga untuk menunjang program swasembada pangan yang ditargetkan oleh Presiden.

“Jadi irigasi ini kita optimalkan agar penggunaan air efisien sehingga produktifitas lahan meningkat. Jadi kalau biasanya dalam setahun sawah hanya ditanami padi satu kali, sekarang bisa dua kali, karena saluran irigasinya baik. Dampaknya pasti ke produksi,” jelasnya.

Meski begitu, diakui karena ada beberapa kendala yang kerap ditemui dilapangan terkait pembangunan irigasi. Menurutnya, terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bondowoso membuat Dinas Pengairan hanya mampu membangun 1 saluran irigasi setiap tahun.

“Kalau optimalisasi dan pemeliharan kita sudah bisa atasi. Kalau pembangunan saluran baru yang kita masih terbatas. Tidak bisa membangun banyak, satu tahun hanya mampu satu saluran saja,” bebernya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.