Masa Tanggap Darurat Pangandaran Diperpanjang

Beberapa jalan masih terutup material tanah longsor.

Minggu, 16 Okt 2016 20:33 WIB

Gubernur Ahmad Haryawan (kanan) didampingi Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata (kiri) meninjau lokasi jembatan yang nyaris ambruk di Jembatan Ciputrapinggan, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Masa tanggap darurat untuk banjir dan longsor di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diperpanjang selama satu pekan ke depan hingga 23 Oktober 2016. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Nana Ruhena mengatakan, masih banyak jalan yang tertutup material longsor.


"Itu diperpanjang kalau untuk banjir dan longsor, tanggap daruratnya diperpanjang sambil berangsur transisi pemulihan. Diperpanjang satu minggu. Soalnya pengerjaan jembatan Bailey (pengganti sementara jembatan Ciputerapingan) baru 12,5 persen. Emang jembatan kan itu akses paling utama, trus longsoran belum semua material bisa diselesaikan masih banyak jalan yang tertutup longsoran yang harus dikerjakan oleh alat-alat besar," papar Nana kepada KBR (16/10/2016)

Nana menambahkan, sebagian besar pengungsi korban banjir dan longsor secara bertahap sudah kembali ke rumahnya. Ia memperkirakan hanya ada sekitar 100 orang yang masih tinggal di pengungsian.

Sedangkan untuk bencana puting beliung, kata Nana, masih dalam masa tanggap darurat hingga 19 Oktober nanti. Para pengungsi korban puting beliung, menurutnya belum semua kembali ke rumah tinggalnya dan masih sekitar 180an orang menetap di pengungsian karena kondisi rumah yang rusak sedang hingga berat.

"Pembenahan rumah kan Pemda memberikan asbes bagi atapnya yang kena puting beliung. Nah itu hampir 55 persen sudah terpenuhi. Jadi yang asbesnya hilang 2, 3, 4 hingga 10 sudah terpenuhi, artinya rumahnya sudah bisa dihuni," ujarnya.

Baca: Bencana Banjir Pangandaran, Ribuan Keluarga Mengungsi

Nana menyebutkan masih menghitung jumlah kerugian akibat banjir longsor dan puting beliung. Kata dia, pihaknya sudah mengajukan bantuan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pembenahan akibat bencana alam yang menimpa Pengandaran awal bulan ini.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Arus Balik di Pantura, Ramai Lancar

  • Pengamat: Polisi Sulit Deteksi Simpatisan JAD
  • Presiden Venezuela: Ada yang Mau Bom Gedung MA
  • Tersandung Masalah Pajak, Presiden Madrid Yakin Ronaldo Bertahan

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?