Jemaah Haji Jalur 'Ilegal' Akan Dibina di Asrama Haji Pondok Gede

"Diperkirakan paling tidak besok (Senin) sudah pulang semua itu mereka. Yang dari Nunukan itu ada sembilan (jemaah) yang tembus ke Mekkah," kata Shaberah.

Minggu, 23 Okt 2016 14:23 WIB

Rombongan jemaah haji reguler asal Nunukan tiba di Pelabuhan PLBL Nunukan, Minggu (4/10/2016). (Foto Adhima)



KBR, Nunukan - Kementrian Agama Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara memastikan sembilan warga Nunukan akan dipulangkan ke daerah asal oleh pemerintah, setelah mereka menunaikan ibadah haji melalui 'jalur ilegal menggunakan paspor Filpina.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nunukan Shaberah mengatakan, sembilan warga Nunukan tersebut saat ini ditampung di Pemondokan Haji Pondok Gede. Setelah menerima pembinaan selama tiga hari, rencananya mereka akan dipulangkan ke daerah masing masing pada hari Senin (24/10/2016).

"Diperkirakan paling tidak besok (Senin) sudah pulang semua itu mereka. Yang dari Nunukan itu ada sembilan (jemaah) yang tembus ke Mekkah. Rata-rata orang Sulawesi. Kepulangan dari Jakarta nanti apakah ada yang langsung semuanya ke Nunukan atau ada yang ke Sulawesi, saya ndak tahu persis," ujar Shaberah di Nunukan, Minggu (23/10/2016).

Shaberah menambahkan, dari sembilan jamaah haji warga Nunukan yang menggunakan paspor Filipina, baru satu keluarga jamaah haji yang melaporkan anggota keluarganya ke Kantor Kementerian Agama Nunukan.

Kementerian Agama belum mengetahui apakah sembilan jamaah haji tersebut akan kembali ke Nunukan, mengingat banyak dari mereka yang juga tinggal di daerah Sulawesi.

Hari Jum’at (21/10) lalu, pemerintah Indonesia memulangkan 106 jemaah haji asal Indonesia yang melalui 'jalur ilegal', menggunakan paspor negara Filipina. Para WNI tersebut terdiri dari 28 laki-laki dan 78 wanita yang  berasal dari sembilan daerah, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, dan Lampung. Sebagian dari mereka ada yang tercatat berdomisili di Sabah, Malaysia.

Untuk mencegah kasus haji melalui negara Filipina, Kemenag Kabupaten Nunukan mengimbau masyarakat melalui spanduk masjid dan kantor KUA untuk menghindari keberangkatan haji melalui jalur ilegal. Kementerian Agama mengimbau warga Nunukan lebih memilih beribadah umroh atau mendaftar sebagai calon haji plus.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Jadi Tersangka Setelah Bebas, Ini Peran Aman Abdurrahman di Kasus Bom Thamrin

  • 31 Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Jawa Timur Menunggak Iuran Hingga Rp24 Miliar
  • Kimi Raikkonen Perpanjang Kontrak dengan Ferrari
  • Iran Akan Buka Blokir Twitter

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta