Warga dan BPBD Trenggalek membuat parit khusus untuk mencegah terjadinya longsor besar pada kwasan tanah retak (Foto: Adhar Muttaqin/KBR)

KBR, Trenggalek- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur membuat parit khusus pada kawasan tanah retak di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek. Kabid pencegahan, kesiapsiagaan dan kedaruratan BPBD Trenggalek, Agung Widodo, Jumat (14/10/2016) mengatakan pembuatan saluran air ini dilakukan di kawasan hutan milik Perhutani atau di atas perkampungan warga yang mengalami tanah retak.

Pembuatan parit khusus ini dilakukan agar air dari kawasan lereng pegunungan tidak masuk ke dalam rongga retakan-retakan tanah, sehingga tidak menimbulkan bencana longsor.

"Membuat saluran sekitar lima meter di atas rekahan yang paling atas,  maksudnya apa, ketika hujan turun, air tidak langsung masuk ke rekahan, tetapi mengalir ke saluran yang kami buat," katanya.  

Agung menambahkan, panjang parit yang buat mencapai lebih dari 700 meter, sesuai dengan panjang retakan tanah yang ada di kawasan hutan dan perkampungan warga. Pihaknya berharap upaya mitigasi bencana ini mampu mencegah terjadi bencana tanah longsor ataupun pergerakan tanah yang lebih besar.

Sementara itu, kondisi retakan tanah di Dusun Jelok, Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek terus bertambah di beberapa rumah warga yang sebelumya hanya mengalami retak kecil, kini semakin melebar. Bahan dinding rumah juga mulai retak.

Hingga hari ini sejumlah warga yang rumahnya masuk kawasan rawan longsor masih melanjutkan proses pengosongan rumah dengan mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman. Dari data di Pemerintah Desa Parakan, jumlah rumah yang terancam longsor mencapai 21 unit, yang dihuni oleh 70 warga. 

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!