Seorang petani di Rembang terpaksa membabat tanaman padi karena lahan kering tidak ada hujan. Tanpa tanggal. (Foto: Musyafa/KBR)



KBR, Rembang – Para petani maupun pejabat Dinas Pertanian di Kabupaten Rembang Jawa Tengah khawatir bantuan benih padi bersubsidi bakal terbuang sia-sia. Ini disebabkan cuaca tidak menentu yang bisa membuat benih gagal tanam.

Curah hujan di Rembang makin tidak menentu dalam kurun 10 hari terakhir ini. Dinas Pertanian khawatir bantuan benih yang baru saja disalurkan ke petani jadi mubazir.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Rembang, Sukaryo menuturkan Dinas sudah menyalurkan bantuan benih padi bersubsidi sebanyak 250 ton, untuk lahan seluas 10 ribu hektar.

Namun, pasca penyaluran itu Dinas kerap menerima keluhan dari petani yang kebingungan menghadapi cuaca.  

Setelah lahan pertanian sempat dilanda banjir beberapa pekan lalu, para petani segera mengolah lahan mereka. Tapi setelah itu, tidak turun hujan sama sekali, sehingga lahan mengering lagi. Kalau tidak cermat menebar benih, petani bisa gagal tanam.

"Petani banyak nanya, ini gimana pak? Kita sih mengacu pada ramalannya BMKG. Intinya BMKG bulan Oktober hujan dengan intensitas 150 mm, November 200 mm dan Desember 250 mm. Harusnya curah hujannya naik, tapi kalau melihat siklus cuaca, kita sendiri ya bingung. Ada mendung pun, tidak turun hujan," kata Sukaryo kepada KBR, Kamis (20/10).

Baca: Cuaca tak Menentu, Petani Jagung di Jombang Gagal Panen 

Tidak hanya padi, bantuan bibit kedelai gratis kepada petani tahun ini juga nyaris gagal total. Dari lahan 1.000 hektar, yang bisa dipanen hanya sekitar 20 persen atau sekitar 200 hektar. Sebagian besar gagal karena pengaruh cuaca ekstrem.

Melihat kondisi ini, banyak petani memilih menahan diri. Marzuki, seorang petani di Kecamatan Sumber memilih tidak buru–buru menanam padi, karena ramalan BMKG sering kali meleset. Ia akan menunggu perkembangan curah hujan, sampai benar–benar stabil.

Baca: BMKG: Kemarau Tahun Ini Akan Basah

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!