Banjir di Bandung Jabar, Polisi Temukan 2 Jenazah

Banjir bandang terjadi akibat jebolnya tanggul

Senin, 24 Okt 2016 17:13 WIB

Arus banjir yang deras menghanyutkan sebuah mobil di Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Medsos)

KBR, Bandung- Beberapa lokasi di Kota Bandung yaitu Pasteur, Pagarsih dan Setiabudhi diterjang banjir hingga setinggi semeteran di kawasan padat penduduk dan kendaraan di jalan raya tersebut. Penduduk di lokasi itu kini sedang membersihkan rumahnya dari lumpur yang dibawa banjir tadi.

Berdasarkan laporan sementara yang diperoleh dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Eko, akibat banjir yang diduga dipicu oleh jebolnya beberapa tanggul sungai tersebut, sebanyak 10 rumah terendam dan menggerus rumah di Kelurahan Pajajaran Kecamatan  Cicendo Bandung, kawasan Pasteur.

"Sebanyak tiga rumah lainnya terancam bernasib sama di bantaran kali Cilimus," kata Eko dalam keterangan tertulisnya kepada KBR, Senin (24/10).

Eko mengatakan, selain rumah warga, banjir saat turunnya hujan dengan intensitas tinggi dari pukul setengah satu siang sampai pukul dua itu, berakibat pula jebolnya dinding benteng SMAN 9 Bandung. Banjir   merendam ruangan guru serta beberapa kelas dan kantin dengan ketinggian hampir satu meter.

Dampak akibat banjir yang masih terasa hingga kini, adalah antrian kendaraan hampir satu kilometer di dalam tol pasteur. Sebelumnya, di jalan raya menuju pintu tol pasteur sempat terjadi genangan air yang melumpuhkan kendaraan yang melintas.

Sedangkan di Pagarsih, satu mobil pribadi terbawa hanyut saat banjir tersebut berlangsung di kawasan itu. Sampai saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa di dua kawasan itu.

Berdasarkan laporan dari kepolisian kota bandung,   telah ditemukan dua jenazah  terbawa arus deras di Jalan Setiabudhi. Polisi mengatakan dua jenazah itu adalah korban hanyut dan  orang yang mau menolong seorang perempuan. Saksi di sekitar lokasi mengatakan seorang lelaki terjatuh lantas  hanyut saat hendak menolong korban.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

KPK Tolak Permohonan Justice Collaborator Bekas Pejabat Bakamla Nofel Hasan

  • MUI Temui Kabareskrim Terkait Penyerangan Pemuka Agama
  • Proyek Rusun DP Nol Rupiah Diadukan ke KPPU
  • Pemkab Karo Cari Upaya Potensi Gagal Panen Akibat Erupsi Gunung Sinabung

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.