Perbaikan Amdal Belum Rampung, Bulan Ini PT RUM Bakal Beroperasi

Pabrik kapas sintentis PT Rayon Utama Makmur (PT RUM) diperkirakan beroperasi kembali pada September 2018.

Rabu, 12 Sep 2018 10:17 WIB

Ratusan warga dari tiga desa mendemo pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Tawang Krajan Kecamatan Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo Kamis (26/10/17). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pabrik kapas sintentis PT Rayon Utama Makmur (PT RUM) diperkirakan beroperasi kembali pada September 2018. Sebelumnya pada awal tahun, PT RUM dilarang beroperasi setelah limbahnya mencemari sungai dan menimbulkan bau busuk di Kabupaten Sukoharjo. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Djoko Sutarto beralasan, PT RUM sudah melaksanakan sejumlah pekerjaan rumah. Sementara perbaikan dokuman analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) masih dilanjutkan sambil menunggu pemasangan instalasi pipa pembuangan rampung.

"Ini masih penyempurnaan. Untuk mitigasi bau, udara, sudah untuk peralatannya. Ini tinggal pipa, tinggal berapa meter gitu," kata Djoko saat dihubungi KBR, akhir pekan lalu.

Sejak disanksi, menurut Djoko, perusahaan itu sudah mendatangkan empat tabung pengendali pencemaran udara dan mulai memasang saluran pipa pembuangan. Namun kata dia, pemasangan pipa masih terkendala proses ganti rugi ke warga yang lahannya dilewati jalur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Djoko Sutarto menegaskan, izin operasi ini baru bersifat percobaan. Sehingga jika pencemaran kembali terjadi, maka PT RUM akan kembali dikenai sanksi. Namun Djoko belum bisa menjelaskan berapa lama masa percobaan ini berlangsung.

Sebelumnya, pabrik kapas sintetis PT Rayon Utama Makmur dibekukan izin operasinya karena operasionalnya mencemari lingkungan sekitar pabrik. Warga mengeluhkan bau busuk yang ditimbulkan. Selain itu, beberapa warga juga menyebut kualitas air tercemari. Ini ditandai dengan perubahan warna air dan matinya ratusan ikan di sungai secara mendadak.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.