Enam Daerah di NTB Darurat Kekeringan

Air yang didistribusikan masih terbatas.

Senin, 04 Sep 2017 22:33 WIB

Ilustrasi (Foto: ntbprov.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Mataram- Sebanyak enam kabupaten/kota di Provinsi NTB sudah ditetapkan sebagai daerah darurat kekeringan. Diprediksi, musim kemarau yang terjadi saat  ini akan berlangsung sampai bulan Oktober mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Mohammad Rum mengatakan, kabupaten/kota yang ditetapkan darurat kekeringan itu adalah Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat. Selain mendistribusikan air bersih, penanganan yang dilakukan yaitu dengan mencari titik yang potensial untuk membuat sumur bor.

"Kita coba sementara dengan terus dropping air bersih dibantu dengan Dinas Sosial Provinsi NTB. Kemudian kami juga sudah memantau di lapangan misalnya ke Sekotong, Lombok Barat. Kemudian kita akan melihat daerah yang berpotensi untuk membuat sumur bor," kata Mohammad Rum, Senin (04/09).

Dalam sehari, kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan yaitu sebanyak 20 liter per kepala keluarga. Meski sudah didistribusikan, warga yang masih kekurangan terpaksa membeli air bersih dengan harga Rp 5 ribu per 20 liter.

Sementara itu, BPBD NTB belum mendapatkan laporan lebih lanjut dari kabupaten kota terkait dengan kekeringan yang sudah meluas. Karena data yang dimiliki masih sama dengan bulan kemarin yaitu kekeringan di NTB terjadi di 318 desa dan 71 kecamatan.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.