Petugas kesehatan Bandara Adi Soemarmo menggunakan thermal scanner mengantisipasi penumpang terjangkit virus zika (Yudha Satriawan/KBR)



KBR, Solo- Pengelola bandara di daerah melakukan antisipasi masuknya virus Zika ke daerahnya. Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta memasang alat khusus dan petugas mengawasi kondisi penumpang dengan pemindai suhu tubuh atau thermo scanner.

Juru bicara kantor kesehatan pelabuhan KKP, Priagung Adi Bhawono, saat ditemui di Bandara Adi Soemarmo Surakarta menunjukkan peralatan pemindai suhu tubuh penumpang tersebut. Menurut Priagung, Pemindai suhu tubuh akan memberi tanda penumpang yang sedang demam, diatas 38 derajat celcius, sebagai salah satu gejala terjangkit virus Zika, dan menjalani karantina.

"Ini alatnya namanya thermal scan, pemindai suhu tubuh secara massal. Sejak tanggal 29 lalu, pemerintah Singapura mengeluarkan pemberitahuan atau rilis adanya kasus Zika di negaranya, kita di bandara ini melakukan antisipasi, kewaspadaan," katanya kepada wartawan.

"Kalau ada penumpang yang terdeteksi suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat celcius, demam, alat ini akan menunjukkan warna merah di gambar tubuhnya, kita akan isolasi dan berikan treatment, dan dibawa ke rumah sakit rujukan yang sudah kita siapkan. Para penumpang di kedatangan internasional dari negara yang terjangkit virus Zika, juga kita berikan kartu khusus untuk memantau kondisi kesehatannya jika sudah pulang di daerahnya. Kalau ada gejala mirip gejala virus Zika, akan segera terdeteksi," tambahnya.

Sebuah kamera terpasang di salah satu sudut ruangan dengan petugas mengawasi dari sebuah layar komputer dengan gambar bergerak aktivitas penumpang di kedatangan internasional Bandara Adi Soemarmo. Gambar di layar komputer ini juga menunjukkan suhu tubuh orang-orang yang berada di dalam lokasi sorotan kamera.

Selain melakukan pemindaian suhu tubuh, petugas juga membagikan ribuan lembar selebaran berisi informasi tentang virus Zika.

Bandara Husein Sastranegara Bandung Juga Pasang Alat Pemindai



Pemasangan alat pemindai suhu tubuh juga dilakukan oleh PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara Bandung. Alat itu ditempatkan diantrian penumpang internasional untuk antisipasi paparan virus Zika.

Menurut General Manager Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara Bandung, Dorma Manalu, otoritasnya melakukan hal tersebut bersama dengan Balai Kesehatan Pelabuhan Departemen Kesehatan untuk memantau dan mendata penumpang, khususnya bagi penumpang dari Singapura.

"Pendataan dibagikan harus diisi alamatnya bersama segala macam dengan pesan, kalau dia selama didalam seminggu ini sakit panas, dia harus menyerahkan pendataan itu ke dokter yang mengobati dia. Supaya dokter itu tahu bahwa ini orang dari Singapura. Jadi supaya dari awal diantisipasi kemungkinan-kemungkinnya," ujarnya kepada KBR, Kamis (1/9/2016).

Dorma Manalu mengatakan hari ini, kurang dari lima orang penumpang dari Singapura dideteksi oleh alat pemindai memiliki suhu tubuh diatas normal. Tiga petugas disiapkan tiap harinya untuk mendeteksi dan penumpang yang memiliki suhu tubuh diatas normal. 

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!