Tak Ada Anggaran, 4 Dermaga Fery Terancam Ambruk

Pemeliharaan 4 dermaga di wilayah perbatasan tersebut dibutuhkan anggaran hingga 10 milyar rupiah pertahun.

Kamis, 08 Sep 2016 11:04 WIB

Dermaga fery Sungai Jepun yang menghubungkan Kabupaten Nunukam dengan pulau terluar di wilayah perbatasan. Foto: KBR/Adhima

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Nunukan- Empat dermaga di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara terancam rusak akibat tidak ada pemeliharaan.  Ke empat  dermaga tersebut merupakan dermaga penghubung yang digunakan warga untuk mengangkut kebutuhan pokok dari Kabupaten Nunukan ke beberapa pulau terluar di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Nunukan Petrus Kanisius mengaku dinas perhubungan kesulitan melakukan pemeliharaan lantaran keuangan pemerintah daerah yang defisit.

“Kalau anggaran pemeliharaan belum pernah ada. Baik dermaga yang di Sebatik maupun dermaga Fery kita yang disini (Nunukan) nggak ada, Dibangun tidak ada perawatan ya menunggu ambrolnya saja lagi,“ujar Petrus Kanisisus Kamis (08/09/2016).

Dermaga yang dibangun pada tahun 2007 lalu itu diresmikan pengoperasiannya pada 2015.  Sejak saat itu tak ada perawatan. Alat hidrolik untuk mengangkat jembatan di Dermaga Sei Jepun juga sempat mengalami kerusakaan saat diresmikan. Lantaran tak ada biaya, pemerintah daerah akhirnya membongkar peralatan hidrolik dermaga lain untuk mengganti peralatan yang rusak.

Petrus menambahkan, pihaknya sudah sering mengusulkan anggaran pemeliharaan ke 4 dermaga tersebut kepada kementrian,  “hingga saat ini belum ada tanggapan terhadap usulan tersebut. “

Menurut Petrus, pemeliharaan 4 dermaga di wilayah perbatasan tersebut dibutuhkan anggaran hingga 10 milyar rupiah pertahun. 

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.