Ilustrasi. (Foto: Creative Commons)



KBR, Rembang - Kepolisian Resort Rembang Jawa Tengah menangkap dua orang tersangka pengedar obat keras jenis trihex atau trihexyphenidyl. Trihex merupakan nama generik obat keras untuk mengobati penyakit atau gejala penyakit parkinson dan gangguan kejiwaan.

Obat penenang ini juga kerap disebut 'obat dewa' atau 'obat gila'.

Polisi kini menelusuri peredaran obat itu yang ternyata sudah merambah masuk sekolah.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang, Bambang Sugito mengatakan pil trihex sudah masuk ke sekolah–sekolah setingkat SMA. Polisi menyebut sejumlah pelajar di tiga SMA di Rembang diidentifikasi telah mengonsumsi obat tersebut.

Bambang mengatakan pil trihex dijual tersangka ke para pelajar dengan harga Rp30 ribu hingga Rp40 ribu untuk 10 butir. Pengguna obat itu berdampak pada efek gembira dan lebih berani.

"Di Kecamatan Sale, satu sekolah sudah kemasukan trihex. Di Rembang Kota, ada indikasi obat ini sudah diedarkan ke dua sekolah. Apalagi harganya murah. Harga Rp30 ribu, beberapa anak patungan sudah dapat," kata Bambang Sugito kepada KBR, Jumat (16/9/2016).

Kasatres Narkoba Polres Rembang Bambang Sugito menambahkan polisi sudah berkoordinasi dengan sekolah untuk mengantisipasi peredaran pil trihex supaya tidak semakin meluas. Salah satunya rutin merazia tas siswa.

Bambang mengatakan ada dua jalur jaringan pemasok pil trihex tersebut, yaitu dari Jawa Timur dan Salatiga, Jawa Tengah. Namun pemasok belum bisa diburu karena sering berganti nama samaran.

Obat trihexyphenidyl merupakan obat keras yang pembeliannya harus menggunakan resep dokter.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!