Kerugian Akibat Banjir Bandang di Desa Pujiharjo Malang Capai 1,2 M

BPBD Malang meminta warga tetap waspada potensi banjir masih mungkin terjadi.

Kamis, 15 Sep 2016 15:36 WIB

Ilustrasi foto: Antara

KBR, Malang– Banjir bandang menerjang Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur dini hari tadi.  Berdasarkan laporan pemerintah desa setempat, banjir menghanyutkan sebuah rumah dan dan satu rumah rusak berat. Sementara 51 rumah lainnya rusak ringan.

Banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan tanggul sungai sepanjang 500 meter dan merusak pipa air bersih warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setyono mengatakan, hujan lebat dini hari tadi menyebabkan Sungai Tundo meluap ke pemukiman warga. Kata dia, banjir juga merendam 30 hektare lahan pertanian.

Kerugian akibat bencana alam ini ditaksir mencapai Rp 1,2 miliar.

“Curah hujan tinggi, sehingga sungai tak menampung luapan air karena masih ada sisa material banjir bandang di bulan Juli,” kata Bagyo, Kamis (15/9/2016).

Saat ini warga yang sebelumnya sempat dievakuasi telah kembali ke rumah masing-masing.  Sedangkan warga yang rumahnya hilang lantaran hanyut, tinggal sementara di rumah kerabatnya.

Meski begitu BPBD Malang meminta warga tetap waspada potensi banjir masih mungkin terjadi.

“Masih bisa banjir, material banyak menutup sungai dan terjadi penyempitan badan sungai,” lanjut Bagyo.

Kata dia, saat ini relawan BPBD bersama warga setempat menggiatkan patroli untuk terus memantau situasi, terutama jika kembali hujan sebagai antisipasi bencana susulan. Selain itu, kata Bagyo, BPBD Kabupaten Malang juga telah mengusulkan rencana perbaikan sarana dan prasarana yang rusak diterjang banjir.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jepang Jadi Pendana Kereta Semi-Cepat Jakarta-Surabaya

  • KLHS Pegunungan Kendeng Rampung Disusun
  • KKP Klaim 3 Tahun Belakangan Stok Ikan Meningkat
  • KPU: Belum Ada Bakal Pasangan Calon Pilkada Kota Bandung yang Lengkapi Persyaratan

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.