Pengunjung menikmati pemandangan dari atas Gunung Api Purba, Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (23/8).



KBR, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi bakal memaparkan potensi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sebagai calon Geopark dunia di Inggris pada akhir September nanti.

Hal itu dilakukan sebagai rangkaian penilaian UNESCO --badan PBB yang menangani masalah pendidikan, ilmu pengetahuan dan organisasi kebudayaan-- terkait layak atau tidaknya Rinjani ditetapkan sebagai Geopark atau taman bumi. Adapun penetapan Geopark ini akan dilakukan pada 2017 mendatang.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ridwansyah mengatakan, selain gubernur, seluruh calon Geopark juga akan diundang ke konferensi international di Inggris tersebut.

Dari hasil konferensi itu diperkirakan akan ada rekomendasi-rekomendasi yang harus kembali dipenuhi oleh pemerintah daerah untuk mewujudkan Geopark Rinjani.

“Jadi pak gubernur dan beberapa orang akan diundang pemaparan di Inggris pada 26 sampai 2 Oktober. Pak gubernur mewakili Geopark Rinjani dan pemaparan itu tentunya menjadi satu rangkain untuk keluarnya keputusan UNESCO untuk menetapkan Rinjani sebagai Geopark dunia. Nanti penetapannya itu tahun depan tapi bagian dari acara itu. Seluruh Geopark di Indonesia diundang di konferensi international," katanya Jumat (2/09/2016).

Sebelumnya, tim asesor UNESCO Global Geopark Maurizio Burlando dari Italia dan Soo Jae Lee dari Korea telah meninjau Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) selama tiga hari di Lombok pada 17-19 Mei lalu. Mereka berdua mengelilingi kawasan TNGR guna memastikan kelayakan dan kesiapan Rinjani menjadi Geopark dunia. Hasil tinjauan mereka menjadi salah satu pertimbangan UNESCO untuk menetapkan Rinjani sebagai geopark international.

Baca juga: Taman Nasional Kelimutu Bakal Jadi Kawasan Geopark




Editor: Quinawaty
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!