Banjir lumpur di lahan pertanian warga (Foto: KBR/Hermawan A.)



KBR, Banyuwangi- Sekitar 50 Hektare lebih tanaman jagung dan buah naga  milik warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung Banyuwangi Jawa Timur, terendam banjir lumpur. Menurut salah satu warga Desa Sumberagung Yogi Turnando, terendamnya puluhan hektar tanaman jagung dan buah naga itu akibat meluapnya sungai Katak yang hulunya  berada di kawasan Gunung Tumpang Pitu.

Kata dia, luapan sungai Katak, tidak hanya merendam kawasan pantai Pulau Merah, akan tetapi juga merendam area persawahan yang berada di sekitar Gunung Tumpang Pitu. Yogi Mengatakan, akibat terendam banjir, puluhan hektare tanaman jagung dan buah naga yang baru masa tanam tersebut mati.

“Usia kurang lebih dua bulan. Ada yang dua bulan ada yang lebih. Pokoknya jagung ini tiga kali kena banjir-kena banjir dan itu banjir lumpur. Kalau di tahun- tahun berikutnya dulu tidak seperti itu,” kata Yogi Turnando, Selasa (27/9/2016).

Warga Desa Sumberagung Yogi Turnando menambahkan, akibat kejadian ini,  masyarakat mengalami kerugian jutaan rupiah. Karena tanaman yang terendam air lumpur itu tidak bisa tumbuh lagi dan terpaksa harus diganti dengan tanaman yang baru.

Diberitakan sebelumnya, Kawasan wisata pantai Pulau Merah di Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi Jawa Timur, kembali dilanda banjir lumpur. Air  bercampur lumpur yang menggenangi Pulau merah tersebut berasal dari  Sungai Katak yang hulunya berada di kawasan Gunung Tumpang pitu. 
 
Setalah di Guyur hujan sejak   Minggu malam (25/9/2016)  air sungai tersebut meluap dengan membawa material lumpur berwarna coklat ke kawasan pantai Pulau Merah. Saat ini air laut di kawasan wisata Pulau Merah  tercemar lumpur.

Ekplorasi tambang emas di gunung Tumpang Pitu diperkirakan akan dimulai akhir tahun ini. Saat ini PT Bumi Suksesindo tengah membangun kantor, gudang, dam, dan fasilitas lainnya. Diperkirakan akhir tahun ini bakal dimulai ekplorasi tambang emas dengan target 2 juta ton per tahun selama 8-9 tahun mendatang. Satu ton batuan di area tersebut mengandung 0,9 gram emas.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!