Ilustrasi gempa. Foto: Antara


KBR, Jakarta- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jayapura Sumartono mengatakan belum ada temuan kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat gempa sore ini (18/9/2016), walaupun guncangan terasa hingga ke kota.  Meski begitu, kata dia, pemantauan di tiap distrik terus dilakukan untuk mendata jumlah kerugian dan korban. 


"Kalau guncangan justru sampai Kota Jayapura sebentar saja, beberapa detik saja. Guncangan terasa, tapi sementara ini di Kota Jayapura juga kan jauh dari Kota Jayapura sekitar 60 kiloan to. Jauh, itu terasa getarannya. (Tapi tidak sampai ada rubuh bangunan?) Kerusakan tidak, tidak ada. (Asesmen korban jiwa?) Belum, tidak ada, sementara ini belum. (Tapi tim ada pendataan?) ya kalau tim sementara ini sudah saya komunikasikan saya suruh pantau yang di daerah-daerah karena dari distrik ke distrik kan jauh, dan sinyal susah itu," papar Sumartono kepada KBR (18/9/2016).

"Itu (pusat gempa) di tengah lautan artinya bukan di daratan gempanya, tapi sementara hasil pantauan sampai sekarang belum ada ini, kerusakan. (Tidak ada potensi tsunami?) Tidak ada. Kalau berdasar BMKG tidak ada. Itu kan jauh dari Jayapura masih beberapa kilo, berpuluh-puluh kilo dan juga di daerah situ memang pesisir pantainya jarang rumah-rumah, hutan lepas begitu."

Gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) mengguncang Jayapura, Papua. Gempa tersebut mengguncang kawasan barat laut ibukota Papua ini pukul 14.17 WIB. Dalam laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Minggu (18/9/2016) gempa dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut itu, berlokasi pada 71 kilometer sebelah barat laut kota Jayapura,

Belum diketahui apakah gempa siang ini menimbulkan kerusakan dan korban di lokasi kejadian. BMKG mengatakan gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

Baca juga: 2 Kabupaten di Jawa Tengah Dilanda Banjir & Longsor


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!