Kegiatan Festival Muharam pada 2015 (Foto: Friska/KBR)



KBR, Bondowoso- Penyelenggaraan Festival Muharam yang menelan anggaran hingga Rp 1 miliar ditengah penundaan Dana Alokasi Umum, sebelumnya sudah mendapat penolakan di Banggar DPRD Bondowoso.

Ketua Fraksi PDIP, Andi Hermanto mengungkapkan, dalam rapat terakhir, Banggar DPRD Bondowoso sempat meminta pemkab menunda atau meniadakan kegiatan yang tak bersentuhan langsung dengan pelayanan dasar.

"Benar di rapat terakhir sudah disampaikan agar pemkab menunda kegiatan-kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan dasar. Salah satunya yang disarankan ditiadakan itu Festival Muharam," kata Andi Hermanto saat dihubungi KBR, Jumat (16/9/2016).

Dikatakan Andi, Fraksi PDIP sendiri akan mempertanyakan alasan pemkab melanjutkan kegiatan Festival Muharam ditengah defisitnya anggaran karena DAU Bondowoso dipotong Rp 100 miliar.

"Nanti akan kita pertanyakan, kenapa saran Banggar kok tidak diindahkan oleh eksekutif?" ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabupaten Bondowoso Hidayat menyatakan takkan membatalkan agenda Festival Muharam, meski penyaluran DAU ditunda. Menurut Sekkab, acara itu merupakan kegiatan penting yang harus dilaksanakan untuk promosi Bondowoso ke berbagai daerah.

"Untuk kegiatan ini saya tidak akan melakukan penundaan anggaran. Anggaran untuk acara ini tidak lebih dari Rp1 miliar. Saya ingin Bondowoso dikenal di luar negeri, maka harus buat kegiatan karena ini strategi marketing. Ini urgent untuk promosi kita," kata Sekkab Hidayat kepada KBR.

Editor: Dimas Rizky

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!