Pada 2013, puluhan desa di Kecamatan Sembakung, perbatasan Indonesia-Malaysia pernah dilanda banjir besar hingga beberapa minggu. Foto: Adhima Soekotjo



KBR, Nunukan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengimbau warga di wilayah perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong dan Kecamtan Sembakung mewaspadai banjir kiriman dari Malaysia. Pasalnya, curah hujan di wilayah hulu tersebut cukup tinggi. Tingginya curah hujan ini akan memengaruhi ketinggian permukaan air di Sungai Sembakung yang melintasi beberapa kecamatan di wilayah perbatasan.

Kepala BPBD Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin mengatakan, sejumlah desa di wilayah perbatasan sempat terendam air 2 hari lalu.

“Ada memang daerah yang sudah naik air di daerah Binte. Istilahnya acap. Jadi air itu bukan saja air sungai, tapi termasuk air hujan yang tergenang di rumah warga. Jadi kita imbau masyarakat melalui Camat supaya masyarakat waspada dengan kondisi sekarang ini,“ ujar Muhammad Amin Senin (26/09/2016).

Tiap tahun, menurut Amin, beberapa kecamatan di perbatasan berpotensi menglami banjir kiriman dari Malaysia jika curah hujan cukup tinggi. Data  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukan curah hujan cukup tinggi pada Agustus-Oktober mendatang.

Lantaran perkampungan ini seringnya dilanda banjir, mayoritas warga di Kecamatan Sembakung dan Kecamatan Lumbis membuat rumah panggung. Warga masih bisa bertahan meski ketinggian air di sungai mencapai satu meter lebih. (dmr)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!