Atasi Biaya Hidup Mahal, Balikpapan Bikin Program Segitiga Emas

Kerjasama itu untuk menekan biaya angkut transportasi yang selama ini menyebabkan tingginya harga barang dan memicu inflasi di Balikpapan.

Kamis, 01 Sep 2016 12:05 WIB

Proyek pembangunan di Kalimantan Timur. Mahalnya harga barang termasuk bahan bangunan membuat biaya hidup di Balikpapan Kaltim mahal. (Foto: kaltimprov.go.id)



KBR, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan membuat program Segitiga Emas Mabalu untuk menekan biaya hidup yang cukup mahal di wilayah itu.

Program Segitiga Emas Mabalu adalah kerjasama tiga daerah yaitu Mamuju (Sulawesi Barat), Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Palu (Sulawesi Tengah). Kerjasama itu untuk menekan biaya angkut transportasi yang selama ini menyebabkan tingginya harga barang dan memicu inflasi di Balikpapan.

Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud mengatakan, selama ini barang-barang di Balikpapan 99 persen didatangkan dari luar. Dengan program Segitiga Emas Mabalu diperkirakan mampu menekan harga khususnya material bangunan maupun sembako hingga 30 persen.

Rahmad mengatakan selama ini Balikpapan mendatangkan material bangunan dari Sulawesi Tengah melalui Palu dan sembako dari Sulawesi Barat melalui Mamuju.

"Bagaimana mewujudkan Segitiga Emas, tiga segitiga emas itu diantaranya Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Timur yang kami sebut Mabalu---yaitu Mamuju, Balikpapan dan Palu. Artinya tiga segitiga emas yang begitu besar potensinya," kata Rahmad Masud, Kamis (1/9/2016).

Pemerintah Kota Balikpapan juga klni mengaktifkan kembali Pelabuhan Somber sebagai pelabuhan bongkar muat. Langkah itu juga sebagai salah satu cara untuk menekan harga, karena proses bongkar muat yang lama di pelabuhan selama ini ikut membuat harga barang melonjak.

Kota Balikpapan selama ini dikenal sebagai daerah dengan biaya hidup yang mahal. Harga sembako bisa tiba-tiba naik hingga diatas 100 persen. Begitu pun harga properti.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Komisi Energi DPR Pesimistis soal Pergantian Direksi Pertamina

  • Intensitas dan Kekuatan Gempa Susulan Turun, BMKG Imbau Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Cina Gelar Latihan Tempur di Laut China Timur
  • Mikel Arteta Kandidat Kuat Pengganti Wenger di Arsenal

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.